alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

6 Orang Tertular Covid dari Ustad, Ponpes di Jatisrono Diisolasi

11 Juli 2020, 01: 00: 00 WIB | editor : Perdana

Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Enam kasus baru positif Covid-19 terjadi di Wonogiri. Mereka kini melakukan isolasi di pondok pesantren di Jatrisrono.

"Ada enam kasus baru hasil dari tracking yang dilakukan gugus tugas," ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Jumat (10/7).

Tracking tersebut terkait kasus positif Covid-19 dari Z, seorang ustad di pondok pesantren (ponpes) di Jatisrono. Sehingga gugus tugas pun langsung melakukan identifikasi siapa-siapa saja yang melakukan kontak erat dengan Z.

"Setelah dilakukan rapid test dan juga swab, ada enam orang dinyatakan positif terpapar. Keenam orang ini melakukan kontak erat dengan Z,” papar bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Ditambahkan Jekek, saat ini pihaknya melibatkan pihak desa dan kecamatan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus pondok. "Kita ambil kebijakan khusus dalam melokalisir area pondok. Biar tidak ada penafsiran yang salah, kita gandeng mereka (pihak pemerintah desa dan kecamatan)," paparnya.

Dari informasi yang didapatnya, santri yang ada di pondok pesantren tersebut cukup banyak. Meski begitu, dia belum mengetahui secara pasti jumlah santri yang ada.

"Kita akan mengisolasi itu. Tapi ada kendala yang bersifat kultur, pemahaman, dan sosial. Termasuk masih adanya akses yang bisa ditembus. Nah, untuk langkah ke depannya kami libatkan desa untuk ikut menertibkan isolasi yang dijalankan di sana," bebernya.

Masyarakat diminta tidak keluar masuk area pondok pesantren. Sebab, pihaknya tidak ingin ada tambahan kasus baru di sekitar pondok pesantren.

Saat ini, keenam orang yang tepapar Covid-19 melakukan isolasi mandiri di pondok pesantren di mana Z menjadi pengasuh di sana. Hal itu didasari karena pertimbangan faktor usia dan tidak adanya penyakit bawaan yang diderita oleh keenam pasien positif ini.

"Ada pendampingan dari puskesmas setempat. Gugus tugas memberi perhatian khusus, ini bisa dikatakan klaster," jelas Jekek yang juga menjabat ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri itu.

Terkait dengan tingginya mobilitas Z, Jekek mengatakan sangat sulit mendeteksi siapa-siapa saja yang pernah melakukan kontak dengan Z.

”Kami meminta kerja samanya kepada pihak-pihak yang merasa punya interaksi dengan Pak ustad ini untuk memeriksakan diri," ucap Jekek.

Sebab, tambah dia, tidak akan mungkin petugas bisa menemukan satu per satu orang yang melakukan kontak dengan Z. Pihaknya pun meminta kesadaran pihak-pihak tersebut.

"Kecepatan kita dalam merespons menjadi penentu untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 ini. Tapi juga ketaatan masyarakat, kesadarannya untuk memberikan informasi kepada gugus tugas," kata bupati.

Meski begitu, dia mewanti-wanti agar orang yang merasa melakukan kontak dengan Z ini melapor lewat telepon. Sehingga petugas bisa melakukan antisipasi.

Di lain sisi, Jekek mengatakan, dari hasil penelusuran, Z diketahui pernah memeriksakan diri di tiga dokter yang berbeda. Atas hal tersebut, dokter yang pernah berkontak dengan Z sudah diberi informasi.

"Dokter pun sementara menutup kliniknya, karena sadar yang bersangkutan pernah berkontak dengan Z," tandas dia. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia