alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Mobilitas di Masa New Normal Mulai Tinggi, Konsumsi BBM Naik Lagi

11 Juli 2020, 17: 34: 21 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU (JawaPos.com)

Share this      

SOLO – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Solo dan sekitarnya selama new normal meningkat. Tepatnya pada Juli ini, jika dibandingkan Maret hingga Mei lalu.

Pejabat sementara (Pjs) General Manager Pertamina Marketing Operation Region IV Rahman Pramono Wibowo mengatakan, data terakhir dari rata-rata konsumsi BBM jenis gasoline, seperti pertamax series, pertalite, dan premium pada awal Juli meningkat sebesar 20 persen. “Di mana konsumsi harian saat ini berada di angka 2.100 kiloliter (KL). Sementara pada Mei lalu berada di angka 1.750 KL per hari,” bebernya, kemarin (10/7).

Selain gasoline, konsumsi BBM jenis gasoil (biosolar dan dex series) juga mengalami peningkatan. Pramono menyebut, saat ini konsumsi BBM gasoil berada di angka 790 KL per hari. Angka tersebut meningkat sebesar 44 persen dari konsumsi harian pada Mei yang berada di angka 547 KL per hari.

Namun, peningkatan konsumsi BBM jenis gasoline dan gasoil tersebut tetap masih berada di bawah angka konsumsi BBM pada saat normal atau sebelum pandemi Covid-19. Tepatnya pada Januari-Februari lalu, yaitu sebesar 2.400 KL untuk gasoline dan 1.000 KL untuk gasoil rata-rata per hari. “Untuk stok BBM, kami memastikan ketersediannya aman di seluruh Fuel Terminal milik Pertamina yang berada di wilayah Jawa Tengah,” klaimnya.

Menurut Pramono, kenaikan konsumsi BBM menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas setelah masa pemberlakuan new normal. Pertamina tetap menerapkan sejumlah protokol kesehatan yang ketat terkait pencegahan Covid-19 di lingkungan SPBU dan fasilitas Pertamina lainnya.

“Kami melengkapi alat pelindung diri (APD) bagi para petugas SPBU dan fasilitas Pertamina, yaitu berupa sarung tangan, masker, faceshield, hingga penyediaan hand sanitizer. Selain itu, juga telah diberlakukan penanda jaga jarak fisik atau physical distancing bagi konsumen yang mengantre,” jelasnya. (aya/bun/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia