alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarsolo
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Penanganan Terpadu Dispepsia atau Maag

11 Juli 2020, 22: 17: 59 WIB | editor : Perdana

DIAGNOSA: Pemeriksaan penyakit dalam terhadap pasien di Rumah Sakit Indriati Solo Baru

DIAGNOSA: Pemeriksaan penyakit dalam terhadap pasien di Rumah Sakit Indriati Solo Baru (RS INDRIATI FOR RASO)

Share this      

DISPEPSIA atau sakit maag merupakan suatu kondisi yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Seperti rasa sebah, kembung, panas, perih, nyeri mual, ataupun sering sendawa. Hal yang perlu diwaspadai, maag jika dibiarkan bisa berkembang menjadi lebih serius. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hati dan pencernaan Rumah Sakit RS Indriati, Grendi Faneri Yonarko mengatakan, ada beberapa faktor yang merusak dan ada banyak faktor yang memperbaiki. Usaha untuk menemukan dan menghilangkan faktor yang merusak dan menambah faktor yang memperbaiki akan menyebabkan pemulihan sakit maag secara sempurna.

Kombinasi beberapa faktor yang merusak bisa membuat gejala maag timbul. Artikel ini akan membahas faktorfaktor yang bisa merusak ataupun memperbaiki kondisi maag. Ada beberapa faktor makanan yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami maag. Seperti merokok, konsumsi obat-obatan penghilang nyeri tanpa terkontrol dan sering mengonsumsi makanan pedas, masam, beralkohol ataupun yang terlalu merangsang. Faktor kebiasaan stres, terlambat makan, kurang olahraga, kegemukan dan beberapa faktor lain dapat juga menjadi faktor yang merusak. Seringkali hal ini dikaitkan dengan gaya hidup dan dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan minuman atau efek samping dari obat-obatan. “Misalnya, makan terlalu banyak atau terlalu cepat, mengonsumsi makanan berlemak dan pedas, mengonsumsi alkohol, dan minuman bersoda, merokok, mempunyai rasa cemas atau panik, mengonsumsi beberapa antibiotik dan obat penghilang nyeri,” saran dr Grendi kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (19/6).

 Seseorang yang mengidap maag mengalami gejala se perti rasa cepat kenyang saat makan (penuh, kembung, sebah), mual, dan ini disebut dispepsia tipe dismotilitas. Ada dispepsia tipe ulkus atau luka berupa timbulnya rasa tidak nyaman atau panas di ulu hati, rasa nyeri yang hebat.  Ada gejala maag yang berupa rasa panas di dada, sendawa berlebih, masam di mulut, sulit menelan, bahkan bisa suara serak ataupun sering batuk bisa disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan yang disebut gastro esophageal refluks disease (GERD). Dispepsia bisa dikatakan dispepsia fungsional bila saat diperiksa dengan seksama tidak ada luka dan mungkin karena gerakan usus lambung yang tidak sesuai atau ada hipersenitivitas dinding lambung. Mengetahui tipe gejala tersebut akan membuat pengobatan bisa tepat. Luka di lambung bisa berupa lecet kecil ataupun sampai sariawan yang besar. Luka di lambung juga bisa disebabkan oleh bakteri H Pylori, bakteri ini dapat menyebabkan kerusakan pada lambung. “Bakteri tersebut bisa menyebabkan infeksi di lambung, sehingga bila tidak diobati seksama maka dispepsia tidak akan pernah sembuh. Seseorang akan mudah terinfeksi bakteri Helicobacter Pylori apabila tinggal di lingkungan dengan sanitasi tidak baik,” bebernya. 

Kecemasan atau hati yang tidak tenang juga bisa memperburuk sakit maag dan menyebabkan lambung jadi sen sitive. Sebab jika cemas yang berlebihan dapat menim bulkan kenaikan asam lambung dan menambah nyeri. Mengetahui profil psikologis dari tiap individu sangat mem bantu proses penyembuhan. Beberapa modifikasi gaya hidup sehat sederhana bisa memperbaiki kondisi maag. Pertama, makan dengan porsi kecil namun sering, makanan harus dikunyah perlahan sebelum ditelan. Kedua, hindari makanan pedas, berlemak, alkohol, dan kafein untuk waktu tertentu sampai pulih sempurna. Ketiga, berhenti merokok. Keempat, menjaga berat badan agar tetap ideal dengan berolahraga. Kelima, kelola rasa cemas atau panik. Alternatif terakhir, ganti obat-obatan yang bisa mengiritasi lambung. Jika tidak ada, konsumsi obat setelah makan atau dengan keadaan perut tak kosong. “Selain itu, hentikan kebiasaan menyendawakan ataupun menggunakan celana ketat. Sebab, jika perut besar namun di tekan, otomatis asam lambung akan naik hingga tenggorokan atau kerongkongan, sehingga menimbulkan muntah atau mual,” tandasnya. Ditambahkan dr Grendi, setelah ditemukan penyebab dari sakit maag, baru diberikan terapi yang sesuai.  Beberapa obat farmakologis diberikan sesuai jenis penyakit lambung tiap individu. Beberapa obat berfungsi menurunkan produksi asam lambung. Berupa obat proton pump inhibitor dan H2 receptor antagonist. Ada obat yang untuk melindungi dinding lam bung. Seperti sukralfat dan rebamipide. Kemudian untuk perbaikan gerakan lambung bagi yang sebah, bisa dengan domperidon dan metoklopramid.  Obat tersebut tidak bisa digunakan sembarangan. Harus sesuai kondisi maag tiap individu sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan.

Dispepsia atau sakit maag dikatakan membahayakan, yakni jika muntah darah, buang air besar berdarah hitam, penurunan berat badan, muntah secara berkelanjutan, menolak makan atau tidak bisa menelan. “Jika seseorang yang mengalami gejala di atas, segeralah periksa ke dokter. Sebab dengan menemukan penyebab utama sesegera mungkin, maka penanganan yang cepat dan tepat dapat dilakukan dengan cara terbaik,” saran dia. Untuk bisa memeriksa kondisi lambung dengan seksama dan akurat, bisa dilihat dengan gastroskopi. Gastroskopi adalah pemeriksaan yang aman untuk memvisualisasikan lapisan esofagus (kerongkongan), lambung, dan usus 12 jari. Gastroskopi menggunakan sebuah selang panjang dan fleksibel yang disebut gastroskop. Gastroskopi hanya butuh waktu sebentar, aman dan tidak sakit. Alat ini dimasukkan melalui mulut dan dengan hati-hati didorong melalui esofagus menuju lambung. Gastroskopi digunakan untuk mendiagnosis masalah lambung dan menjalankan biopsi. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan gastroskopi jika pasien memiliki gejala tertentu, termasuk muntah terus menerus, sulit menelan, sakit perut bagian atas yang lama dan kronis, penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan, atau ada muntah darah dan buang air besar darah. 

Gastroskopi juga digunakan sebagai skrining rutin untuk orang-orang yang memiliki riwayat ulkus atau polip, untuk mengetahui adanya kanker lambung dan memeriksa temuan abnormal yang terdeteksi pada USG atau CT scan. Gastroskopi juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi-kondisi tertentu, seperti menghilangkan benda asing yang tertelan, misalnya tulang ikan. Sekaligus menghentikan pendarahan dari ulkus yang besar, ataupun memotong polip atau tumor lambung kecil. Yang perlu digarisbawahi, pastikan penyebab sakit maag karena setiap individu memiliki pendekatan berbeda. Setelah penyebab ditemukan, maka hilangkan faktor-faktor  yang merusak, dan tambahkan faktor yang memperbaiki. Seperti makan teratur, banyak bersyukur, mengelola pikiran dan hati, olahraga teratur, cukup istirahat, dan diagnosis dan obat yang tepat. Di lain sisi, RS Indriati menyediakan layanan konsultasi online yang diberinama telemedicine. Masyarakat yang mengalami keluhan atau gejala maag bisa memanfaatkan layanan tersebut. (ryn/wa)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia