alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

PHRI Solo: Hotel Wajib Protokol Ketat, tapi Tak Tutup Akses bagi Tamu

Dukung Penutupan 2 Hotel, Semua Di-Rapid Test

16 Juli 2020, 19: 50: 25 WIB | editor : Perdana

Pejabat Humas PHRI Solo Sistho A. Srestho.

Pejabat Humas PHRI Solo Sistho A. Srestho. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo mengaku belum menerima laporan resmi terkait penutupan sementara dua hotel oleh pemkot lantaran ada tamu dari Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun PHRI Solo menyatakan selalu mendukung kebijakan pemkot demi keselamatan masyarakat Kota Bengawan.

”Selama 10 hari penutupan, hotel wajib mengadakan rapid test seluruh karyawan, vendor, dan staf. Seluruh ruangan juga harus didisinfektan. Agar saat dibuka kembali, hotel sudah hygiene, sanitized, dan aman untuk seluruh tamu. Kalau maintenance hotel, itu sudah pasti dilakukan. Karena sifatnya rutin dan berkelanjutan,” beber Pejabat Humas PHRI Solo Sistho A. Srestho kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (16/7).

Sistho menegaskan, semua hotel di Kota Bengawan sudah sangat waspada sebelum adanya kasus ini. Dan kini semua hotel akan semakin meningkatkan kewaspadaan saat menerima tamu. Namun, bukan berarti hotel lantas menutup akses tamu dari kota-kota tertentu yang dianggap sebagai episentrum Covid-19.

”Selama ini kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Diawali dengan pengecekan suhu tubuh. Di kasus dua hotel ini, tamunya juga tidak ada gejala. Suhu tubuhnya aman. Jadi susah tracking-nya. Karena hanya itu yang bisa kami lakukan,” ujar Sistho.

Selama new normal ini, lanjut dia, hotel-hotel di Kota Bengawan menerapkan standar operasional prosedur yang dituliskan dalam buku pedoman PHRI Pusat. Salah satunya membatasi akses pengunjung hotel dari kota tertentu tidak dilakukan lantaran tidak diatur dalam acuan tersebut. 

”Yang paling penting hotel membekali seluruh karyawan dan staf dengan protokol kesehatan yang diarahkan Kemenkes. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat terhadap para tamu. Salah satunya, travel declaration form. Agar memudahkan tracking jika terjadi kasus serupa di dua hotel ini,” tandasnya. (aya/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia