alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Angka Positif & Meninggal Tambah, Kasus Covid Klaten Tembus 102 Orang

19 Juli 2020, 07: 18: 16 WIB | editor : Perdana

Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo.

Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten mengumumkan penambahan 10 kasus positif Covid-19 pada Sabtu (18/7) sore. Secara kumulatif, kasus positif Covid-19 di Klaten sudah tembus angka 102 orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, penambahan 10 kasus pasien positif itu masing-masing berasal dari Kecamatan Prambanan sebanyak tiga orang, Kecamatan Wedi satu orang, Kecamatan Klaten Tengah satu orang. Kemudian, Kecamatan Manisrenggo satu orang, Kecamatan Trucuk satu orang, Kecamatan Cawas satu orang, Kecamatan Juwiring satu orang, dan Kecamatan Klaten Selatan satu orang.

Dari 10 pasien tersebut sebanyak 9 orang dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia. Untuk tiga pasien dari Kecamatan Prambanan masing masing berinisial NM, 45, berjenis kelamin perempuan; AW, 51, laki-laki; dan NR, 28, jenis kelamin perempuan. Ketiganya merupakan hasil pelacakan dari pasien Covid-19 sebelumnya. Mereka menjalani perawatan di RSD Bagas Waras Klaten dan RSJD dr Soreadji Tirtonegoro Klaten dalam kondisi baik.

“Sedangkan untuk satu pasien dari Kecamatan Wedi berinisial AKU (laki-laki,6 tahun). Dimungkinkan pasien terpapar pada saat kunjungan ke Solo selama satu minggu. Pasien saat ini menjalani perawatan di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam kondisi baik,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten.

Sementara itu, pasien yang berasal dari Kecamatan Klaten Tengah berinisial AI merupakan seorang perempuan berusia 41 tahun. Pasien dimungkinkan terpapar pada saat melakukan aktivitas sehi-hari. Saat ini sedang menjalani perawatan di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Untuk satu pasien dari Kecamatan Manisrenggo berinisial SW, 43, jenis kelamin perempuan. Pasien dimungkinkan terpapar ketika melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari di Jogja. Saat ini sedang menalani di RS Cakra Husada dengan kondisi yang baik.

“Terdapat pula pasien yang berasal dari Kecamatan Trucuk yang berinisial S (perempuan, 59 tahun). Dimungkinkan terpapar pada saat melakukan perjalanan dan aktivitas sehari-hari di Semarang. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSD Bagas Waras Klaten,” jelasnya.

Selanjutnya, satu pasien yang berasal dari Kecamatan Cawas berinisial JI, 33, dengan jenis kelamin laki-laki. Dimungkinkan pasien terpapar karena memiliki riwayat kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. Saat ini pasien sedang menjalani perawatan di RSI Cawas dalam kondisi baik.

Begitu juga untuk pasien dari Kecamatan Juwiring berinisial EFY yang merupakan laki-laki berusia 38 tahun. Saat ini pasien menjalani perawatan di RS Cakra Husada dengan kondisi yang baik. Pasien dimungkinkan terpapar pada saat melakukan aktivitas sehari-harinya.

“Untuk satu pasien yang meninggal dunia dari Kecamatan Klaten Selatan berinisial D merupakan laki-laki berusia 45 tahun. Pasien tersebut meninggal dunia pada 14 Jul. Sebelumnya dirawat di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Dimungkinkan yang bersangkutan terpapar pada saat melakukan aktivitas sehari-hari,” ucap Cahyono.

Cahyono menjelaskan, tes swab terhadap 10 pasien positif tersebut dilakukan pada 13-14 Juli. Dan hasilnya baru keluar pada 17 Juli yang menunjukan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan penambahan 10 kasus tersebut, maka secara kumulatif pasien positif Covid-19 di Klaten tembus 102 orang. Rinciannya, 47 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 49 orang dinyatakan sembuh serta enam orang meninggal dunia.

Sementara itu, Camat Prambanan Suhardi mengatakan, ketiga pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Prambanan tersebut masih memiliki hubungan dalam satu keluarga besar. Mereka dimungkinkan terpapar pasien berinisial HBS, 39, yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Saat dinyatakan PDP itu yang bersangkutan langsung meninggal dunia sekitar seminggu yang lalu. Sempat dilakukan tes swab dengan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Baru keluar satu hari setelah meninggal dunia,” jelas Suhardi saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.

Suhardi mengatakan, ketiga pasien dimungkinkan terpapar pada saat mengantarkan pasien ke rumah sakit. Berdasarkan pelacakan, awalnya ada 11 orang yang ditindaklanjuti dengan tes swab. Dari jumlah itu diketahui terdapat tiga orang yang positif yakni NM, AW, dan NR. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia