alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarsolo
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Jadi Titik Masuk Virus, Ini Tips Jaga Mata Tetap saat Pandemi

20 Juli 2020, 12: 55: 20 WIB | editor : Perdana

Dokter Spesialis Mata RS Panti Waluyo Surakarta Eunike Amelina Lahagu.

Dokter Spesialis Mata RS Panti Waluyo Surakarta Eunike Amelina Lahagu. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Di masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang takut atau menunda untuk konsultasi kesehatan mata atau melakukan operasi mata. Sebab, selain hidung dan mulut, mata juga jadi salah satu titik rawan masuknya virus ke dalam tubuh. Namun demikian, ada beberapa keluhan mata yang harus secepatnya mendapat penanganan medis alias jangan ditunda-tunda.

Dokter Spesialis Mata RS Panti Waluyo Eunike Amelina Lahagu menuturkan, salah satu pencegahan penyebaran Covid-19 adalah tidak boleh menyentuh mata. Kecuali tangan dipastikan dalam kondisi bersih setiap waktu dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan, yakni rutin cuci tangan.

Untuk menghindari penularan dari Covid-19, dia menganjurkan untuk menggunakan kacamata sebagai pengganti lensa kotak. Namun, jika memang tak memiliki gangguan pada penglihatan, juga tidak diharuskan memakai kacamata sebagai pelindung. Tapi, sangat baik jika selalu sedia obat mata.

“Transmisi virus dan bakteri paling sering ditemukan di bagian tangan. Jadi, jangan sembarangan saat mengucek mata. Untuk menghindarinya kita harus benar-benar sadar terhadap protokol kesehatannya. Yakni mencuci tangan memakai sabun dan dipastikan bersih. Selain itu, kacamata juga bisa digunakan untuk meminimalisir kontak mata, namun tidak diharuskan,” ucapnya.

Ada kriteria keluhan penyakit mata yang bisa dibilang darurat, sehingga mengharuskan pasien untuk periksa ke dokter agar dilakukan penanganan lebih lanjut. Tentu saat periksa atau konsultasi pun tetap harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Yang sering ditemui mata merah, nyeri mata mendadak, penglihatan kabur mendadak, serta trauma terkena pukulan. Ini harus segera diperiksakan, jangan sampai menundanya, sebab jika penanganan terlambat akan mempengaruhi tajamnya penglihatan,” tuturnya. (ryn/nik/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia