alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Ospek New Normal: Selamat Tinggal Perpeloncoan

21 Juli 2020, 15: 51: 17 WIB | editor : Perdana

Ospek New Normal: Selamat Tinggal Perpeloncoan

Oleh: Dr. Choirul Amin, Dosen Fakultas Geografi UMS/Ketua Panitia MASTA-PMB UMS 2020

DI tengah kondisi pandemi dan masih terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di berbagai daerah, pemerintah Indonesia saat ini sedang bersiap menjalankan tatanan kehidupan normal baru atau new normal di berbagai sektor. Tak terkecuali sektor pendidikan tinggi. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun telah mengumumkan kebijakan tentang kalender akademik di perguruan tinggi. Kebijakan tersebut dilandasi prinsip dasar mengutamakan keselamatan dan kesehatan civitas akademika agar kampus tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Meskipun kalender akademik perguruan tinggi dimulai Agustus 2020, perkuliahan tatap muka tetap ditiadakan sampai akhir 2020. Dengan demikian, kampus di semua zona pandemi (zona hijau, kuning, merah, maupun hitam) akan tetap menyelenggarakan kuliah online.

Perguruan tinggi dinilai relatif lebih siap menerapkan pembelajaran online, sehingga kebijakan untuk pendidikan tinggi ini berbeda dengan sekolah menengah yang sudah dimungkinkan melakukan pembelajaran tatap muka pada daerah bersatus zona hijau. 

Selain perkuliahan, Kemendikbud juga telah menyusun panduan untuk kegiatan orientasi mahasiswa baru yang biasa dikenal dengan ospek. Kegiatan penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia kampus ini dipastikan akan dilaksanakan secara online pula.

Dengan demikian, mahasiswa baru angkatan 2020 akan menjadi angkatan spesial karena mereka menjadi angkatan pertama yang akan mencicipi rasa ospek new normal.

Mereka tidak akan bertemu dan berkenalan secara langsung dengan teman seangkatan mereka, para senior mereka, dan dosen-dosen yang akan mengajar mereka. Mereka pula tidak bisa langsung menginjakkan kaki di kampus untuk mengenal laboratorium, perpustakaan dan berbagai sarana-prasarana kampus secara langsung. Artinya, mahasiswa baru angkatan 2020 ini harus rela hanya mengenal kampus mereka secara virtual melalui media online. 

Ospek secara online ini tentu memerlukan persiapan yang matang agar dapat mengoptimalkan pencapaian tujuannya, yaitu pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. Apalagi bagi pihak universitas, ini adalah hal baru karena baru kali ini menyelenggarakan ospek secara online.

Kampus dituntut untuk dapat menyampaikan materi ospek secara online dengan memanfaatkan berbagai media kreatif yang familiar bagi generasi milenial. Agar mahasiswa baru meski tetap tinggal di rumah masing-masing, tetapi mereka dapat mengenal dunia pendidikan tinggi yang dalam banyak hal sangat berbeda dengan tingkat pendidikan sebelumnya.

Tentu menarik membayangkan ospek secara online, dimana tidak ada pertemuan fisik, pengumpulan masa, apalagi perpeloncoan. Kegiatan ospek yang biasanya dibumbui perpeloncoan, seperti membawa atribut unik seperti topi caping dan sebangsanya dan kakak tingkat yang memarahi adik tingkat, kali ini mungkin saja tidak ada lagi.

Sebab, seperti halnya pada pembelajaran online pada umumnya yang menggunakan aplikasi video conference maupun (LMS), begitu pula dalam kegiatan ospek online ini.

Bagaimana jadinya kalau ada kakak tingkat membentak-bentak melalui video conference? Bisa-bisa malah direkam atau di-screenshoot oleh adik tingkatnya dan disebar menjadi viral. Jadi memalukan bukan?

Maka dengan ospek online ini diharapkan dapat menjadikan kegiatan pengenalan kampus menjadi lebih berbobot dan efektif. Oleh karena itu, kampus menghadapi tantangan berupa penyiapan kebijakan dan protokol yang dapat mengoptimalkan kegiatan orientasi kampus agar mahasiswa baru dapat memahami bagaimana sesungguhnya kehidupan kampus dan suasana belajar di perguruan tinggi.

Guna merespons tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah merancang skenario orientasi mahasiswa baru di tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dijalankan di tengah pandemi Covid-19.

Ospek di UMS yang dikenal dengan Masa Ta’aruf-Penyambutan Mahasiswa Baru (MASTA-PMB) nantinya diselenggarakan secara daring minggu depan, tepatnya 13-17 Juli 2020 (Batch-1) dan akan diikuti oleh tidak kurang dari 5.000 mahasiswa baru. 

Ini akan menjadi penyelenggaraan ospek online pertama di Indonesia, karena saat ini kampus-kampus lain terutama universitas negeri belum selesai proses pendaftaran mahasiswa barunya.

UMS telah menyiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan orientasi mahasiswa baru secara virtual. Persiapan tersebut mencakup grand opening MASTA-PMB yang akan menghadirkan (secara virtual) Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, platform LMS, hingga  video materi pengenalan kampus.

Selain mengenalkan mahasiswa baru terhadap kehidupan kampus, organisasi kampus dan cara belajar di perguruan tinggi hingga kesadaran bela negara, UMS sebagai kampus Islam milik Muhammadiyah juga menyiapkan materi-materi pengenalan  terhadap Muhammadiyah.

Karena itu, panitia MASTA-PMB UMS 2020 telah menyusun materi orientasi kampus yang meliputi sembilan materi yaitu: Al Islam & Kemuhammadiyahan, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, kewirausahaan bagi kaum milenial, kehidupan akademik di perguruan tinggi dan pembelajaran online, layanan administrasi dan keuangan di UMS, layanan kemahasiswaan dan tata tertib mahasiswa UMS, pengenalan organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom), dan pengenalan organisasi kemahasiswaan di UMS.

Meski semua dilakukan secara online, panitia MASTA-PMB UMS 2020 berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para mahasiswa baru saat mengenal lingkungan kampus dimana tempatnya akan menuntut ilmu.

Mahasiwa baru UMS akan diberikan pengalaman mengenal kehidupan baru pasca pandemi (new normal) mengingat saat ini masyarakat perlu bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19. Stay safe, stay healthy, and keep learning!. (*)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia