alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Klaten Zona Merah Covid (Lagi)

22 Juli 2020, 12: 12: 25 WIB | editor : Perdana

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Klaten kembali masuk zona merah lagi. Setelah memenuhi sejumlah indikator yang ditetapkan gugus tugas pusat. Hal ini diungkapkan Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian (PP) Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito, kemarin (21/7). 

Menurut pria yang juga asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat setda Klaten tersebut, ada 15 indikator penentuan zona Covid-19. Salah satunya angka reproduktif efektif. Saat ini, nilai Kota Bersinar di titik 2,2. Masuk zona merah. “Seperti yang saya sampaikan setiap minggunya, itu sudah ada perhitungannya,” terang dia. 

Dari angka reproduksi efektif itu, diketahui satu pasien positif Covid-19 bisa menularkan dua-tiga orang. Kasus terakhir, ditularkan dari luar kota. Ronny berharap agar pemantauan di tingkat kecamatan dan desa lebih diperketat.

“Seperti kasus terakhir dari Kudus. Kami kecolongan. Sudah minta kepala desa dan ketua RW untuk pendataan. Kalau sakit, sudah pasti karantina dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Ronny menegaskan perlunya kedisiplinan warga mengenakan masker. Mengingat masker merupakan kunci dari memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tak heran, operasi penegakan penggunaan masker masif dilaksanakan di berbagai daerah.

“Giat patroli rutin dilakukan. Kami juga menanti perpres (peraturan presiden) terkait sanksi yang bersifat nasional. Jika tidak ada, akan kami tingkatkan sanksi khusus di Klaten. Berupa penahanan e-KTP selama 5-10 hari,” ucapnya.

Juru Bicara Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo menambahkan, terdapat tambahan dua kasus baru dan satu pasien sembuh, kemarin sore. Kasus positif baru dialami FW, 26, asal Kecamatan Delanggu dan AS, 20, asal Kecamatan Wonosari. 

“Kedua pasien tersebut kemungkinan terpapar saat beraktivitas sebagai karyawan di Kota Solo. FW menjalani perawatan di RS Kasih Ibu Solo dan AS dirawat di RS UNS. Kedua pasien tersebut dalam kondisi baik,” terangnya.

Sementara itu, ada juga satu pasien dinyatakan sembuh. Yakni P, 62, asal Kecamatan Wonosari. Dia dinyatakan positif sejak 18 April dan menjalani perawatan di RSD Bagas Waras Klaten. 

“Hasil evaluasi pengobatan dengan pemeriksaan spesimen terakhir, menunjukan hasil negatif. Pasien dinyatakan sembuh dan sudah diperolehkan pulang. Tapi harus isolasi mandiri selama 14 hari,” terangnya.

Secara kumulatif, total kasus positif di Kota Bersinar 107. Dari jumlah tersebut, 51 orang masih dirawat di rumah sakit, 50 orang sembuh, dan enam orang meninggal dunia. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia