alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Mulai 23 Juli, Digelar Operasi Masker Serentak di Sragen

Sanksi Sita KTP hingga Menyapu Jalan

22 Juli 2020, 12: 29: 08 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi pakai masker untuk cegah penyebaran Covid-19.

Ilustrasi pakai masker untuk cegah penyebaran Covid-19. (DOK JAWAPOS)

Share this      

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen bakal menggelar operasi penggunaan masker serentak di 20 kecamatan pada Kamis (23/7). Langkah ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin masif. Mengingat terjadi peningkatan pasien positif Covid-19 di Sragen bulan ini.

Hingga kemarin, (21/7) pasien positif Covid-19 mencapai 68 orang. Dua pasien baru berasal dari Kecamatan Masaran dan seorang lagi dari kecamatan Kalijambe. Dari jumlah tersebut, 48 orang berhasil sembuh, sementara 19 orang lainnya masih dirawat. Atas dasar itu, Satpol PP Sragen bakal menggelar operasi serentak.

”Untuk wilayah kota akan digelar di pertigaan PKL Garuda. Kalau yang di wilayah kecamatan lain di tempat sesuai hasil rapat kecamatan masing-masing,” jelas Kepala Satpol PP Sragen Heru Martono, kemarin.

Heru menjelaskan bakal ada sanksi bagi pelanggar tanpa memakai masker. Namun bukan denda uang, melainkan KTP pelanggar bakal disita. Ditambah sanksi sosial seperti menyapu jalan. Langkah ini untuk memperketat kembali protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Sebab, masyarakat mulai abai terhadap protokol tersebut.

”Kalau razia di kota bisa diambil di kantor Satpol PP. Sementara untuk kecamatan akan disita di kantor kecamatan. Selain itu kordinasi dengan dispendukcapil agar yang KTP-nya disita tidak buat lagi. Karena  menghindari KTP ganda,” tegasnya.

Operasi masker serentak tersebut akan digelar selama sepekan. Sejauh ini sudah dilakukan sosialisasi. Pihaknya menegaskan tidak ada pembagian masker gratis bagi warga masyarakat yang tidak pakai masker.

”Kami sudah cukup membagi masker, hanya orang ndableg yang tidak mau pakai masker,” terang dia.

Camat Gemolong Kurniawan Sukowati menyampaikan, pihaknya bersama muspika setempat telah mempersiapkan operasi masker tersebut. Saat ini pasien Covid-19 asal Gemolong termasuk yang paling banyak, selain Sragen kota dan Masaran.

”Kita bahas teknisnya bersama teman-teman muspika. Nanti melibatkan polisi dan TNI,” ujarnya. (din/adi/ria) 

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia