alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

UNS Di-Lockdown, UTBK-SBMPTN Gelombang II Tetap Digelar sesuai Jadwal

22 Juli 2020, 23: 08: 39 WIB | editor : Perdana

Rektor UNS Jamal Wiwaha.

Rektor UNS Jamal Wiwaha. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pascatemuan satu pimpinan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang positif Covid-19, pihak kampus menetapkan lockdown lokal. Akses kampus dibatasi, bahkan gedung rektorat disterilkan. Meski demikian, ujian tertulis berbasis komputer (UTBK)-seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) gelombang dua tetap berjalan. 

Rektor UNS Jamal Wiwaha mengatakan, UTBK-SBMPTN gelombang dua tetap dilakukan sesuai jadwal pada 20 sampai 29 Juli. Ada 11.030 peserta yang didominasi dari luar eks Karesidenan Surakarta. 

"Pelaksanaan UTBK gelombang dua tetap sesuai jadwal. Pesertanya juga kebanyakan dari luar eks Karesidenan Surakarta. Mereka dapat mengikuti UTBK di daerah masing-masing serta telah dikoordinasikan oleh lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT)," ungkap Jamal, Rabu (22/7). 

Pelaksanaan UTBK-SBMPTN pada gelombang dua ini sebanyak 18 sesi. Pesertanya tidak sebanyak seperti gelombang pertama. Meski UTBK tetap berjalan, Jamal mengaku pelaksanaannya lebih diperketat. Hanya peserta yang terdata yang bisa masuk ke area kampus. Sementara pengantar harus menunggu di luar kampus.

"Berlaku juga untuk peserta luar kota yang UTBK-nya di UNS. Mereka harus membawa surat izin khusus. Karena pelaksanaan UTBK di UNS memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua pihak," papar Jamal. 

Total peserta UTBK-SBMPTN di UNS sebanyak 23.425 orang. Rinciannya, sebanyak 16.658 orang dari eks Karesidenan Surakarta dan 6.767 orang dari luar eks karesidenan. Pelaksanaan UTBK dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama sebanyak 12.395 peserta dan gelombang dua 11.030 peserta. Jika ada peserta yang terkendala, bisa mengikuti gelombang tiga pada 30 Juli sampai 2 Agustus. 

Pelaksanaan UTBK-SBMPTN di UNS sangat memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  Apalagi setelah adanya salah satu pimpinan kampus yang terkonfirmasi positif Covid-19, Minggu (19/7).  Pihak kampus lantas mengambil kebijakan untuk menerapkan lockdown lokal di UNS. Sejumlah fasilitas umum, seperti sarana prasarana (sarpras) olahraga, tempat ibadah, dan lainnya ditutup hingga 31 Juli. Selain itu, ruang kerja rektor juga dipindahkan sementara. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia