alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

1 Guru di Solo Positif Covid, Disdik: Semua Guru WFH, Tunda Home Visit

Semua Sekolah Disemprot Disinfektan

23 Juli 2020, 21: 54: 27 WIB | editor : Perdana

Kepala Disdik Kota Surakarta Etty Retnowati.

Kepala Disdik Kota Surakarta Etty Retnowati.

Share this      

SOLO - Pascatemuan satu guru yang dinyatakan positif Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta mengambil tindakan tegas. Langkah work from home (WFH) alias mengajar dari rumah diterapkan. Dan penyemprotan disinfektan diagendakan. Beruntungnya, tidak ada anak didik yang masuk sekolah. 

Kepala Disdik Kota Surakarta Etty Retnowati membenarkan ada satu guru di salah satu sekolah di Kota Solo yang positif Covid-19. Namun, dirinya enggan menyebutkan di mana guru tersebut mengajar maupun asal guru tersebut. Yang pasti, disdik telah mengambil langkah antisipasi. Menilik guru tersebut tentu melakukan kontak dengan guru lain.

”Tidak ada masalah. Anak-anak juga tidak masuk sekolah dan guru kan mengajar dari kelas masing-masing. Terkait itu, kami sudah ambil langkah. Guru lain di sekolah itu mengajar dari rumah. Tidak perlu ke sekolah," kata Etty. 

Selain itu, wacana home visit juga ditunda sampai situasi memungkinkan. Apalagi home visit harus berdasarkan izin dari wali murid. Namun, jika ada orangtua yang menolak, maka konsekuensi mengajar harus ditanggung. Yakni mengajari anak membaca dan menulis di rumah.

Nantinya, pelaksanaan home visit juga dibuat  kelompok belajar. Dengan maksimal lima orang. Apalagi jarak rumah juga berdekatan, sehingga guru tidak kewalahan mengajar. Namun, bagi daerah yang lokasinya berada di zona merah, tidak dipaksakan melakukan home visit. Dan menunda hingga  kondisi membaik. 

"Kami juga mengagendakan penyemprotan sekolah. Mumpung anak-anak libur. Tidak hanya sekolah itu saja, tapi semua sekolah nantinya," papar Etty. 

Selain itu, Etty mengatakan, guru lain di sekolah tersebut dalam kondisi sehat. Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebab, langkah antisipasi dari pemkot telah disiapkan. Agar kasus ini tidak menjadi klaster penularan baru. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia