alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Sapi Limosin 1,4 Ton Milik Widodo Dibeli Presiden Jokowi Rp 90 Juta

25 Juli 2020, 11: 46: 13 WIB | editor : Perdana

Widodo menunjukkan sapinya yang dibeli Presiden Jokowi, kemarin.

Widodo menunjukkan sapinya yang dibeli Presiden Jokowi, kemarin. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Presiden Joko Widodo memberikan bantuan dua ekor sapi untuk hari raya Idul Adha 1441 H di Kota Solo. Salah satunya dibeli dari H. Widodo seorang peternak di Dusun Soko, Desa Tegalpombo, Kecamatan Kalijambe.

Sapi seberat 1,4 ton tersebut dibeli seharga Rp 90 juta. Sapi rencananya dikirim ke Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo. Widodo mengaku sapi tersebut sudah dibayar lunas. Namun, saat ini sapi masih berada di kandang miliknya.

”Kirim ke Al Wustho Solo. Usianya sekitar 6 tahun. Hasil pembesaran sendiri,” terangnya, kemarin (24/7).

Widodo menyampaikan, awalnya membeli sapi tersebut dari pasar hewan Wonogiri. Untuk perawatan sehari-hari diberi pakan konsentrat 20-30 kilogram.

”Dia memang badannya besar, sehat, dan kondisinya bagus. Makanya dipilih untuk kurban,” papar Widodo.

Dia mengaku memiliki tiga ekor sapi dengan ukuran besar. Selain itu, ada sekitar 150 ekor sapi biasa yang siap untuk dijadikan hewan kurban. Jenisnya limosin, metal, Madura, PO, dan Jawa super.

Untuk perawatan seekor sapi limosin per hari menghabiskan biaya Rp 50 ribu. Meski memiliki banyak sapi, semua dagangannya sudah diperiksakan ke dokter hewan. Semua dinyatakan sehat dan tidak ada yang berpenyakit maupun cacat fisik.

”Harga sapi saat ini biasa saja. Tapi khusus sapi yang jumbo seperti ini harganya lain dari pada sapi biasa,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen Muhammad Jazairi tidak menepis anggapan jika para pedagang sapi merugi. Hal tersebut diakibatkan berbagai macam faktor. Terutama akibat dampak pandemi Covid-19.

”Karena Covid-19 ini beberapa daerah mengeluarkan kebijakan tidak melakukan pemotongan hewan. Salah satunya itu, tapi Sragen boleh dengan syarat protokoler kesehatan,” terang Jazairi.

Dia menepis anggapan distribusi sapi dari luar kota yang menyebabkan penurunan penjualan. Faktor tersebut kecil karena pada umumnya distribusi sapi dari luar kota mencapai 3.000 ekor. Namun, untuk tahun ini hanya 1.250 ekor di awal pekan ini.

”Kalau dibanding tahun lalu, banter kemarin. Maksudnya tahun ini faktor ekonomi orang mau kurban juga tidak banyak,” ucap dia.

Menurut Jazairi, kondisi pasar ternak juga lesu. Penjualan tidak signifikan. ”Faktor suply demand, ya memang permintaannya juga turun. Harapannya hari raya naik, tapi ini tidak naik, penjualan biasa-biasa saja seperti hari biasa,” tandas dia. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia