alexametrics
Minggu, 16 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

20 Desa di Wonogiri Masuk Blank Spot Parah, Dorong Provider Bangun BTS

Kisah Pelajar yang Naik Bukit Sinyal Internet

27 Juli 2020, 12: 03: 17 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wonogiri Heru Nur Iswantoro

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wonogiri Heru Nur Iswantoro (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Kisah penuh perjuangan dilakoni anak-anak Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri. Demi bisa mengenyam pendidikan yang saat ini dilakukan dengan sistem jarak jauh, mereka harus menaiki sebuah Bukit Jambul di desa mereka untuk mencari sinyal internet. Tiap harinya mereka menaiki bukit untuk mengikuti pembelajarn levat video dari guru ataupun mengerjakan tugas.

Camat Giritontro Fredy Sasono mengatakan, pihaknya bangga sekaligus prihatin denga apa yang dilakukan oleh anak-anak tersebut. “Tentu bangga dengan semangat juang anak-anak dalam menimba ilmu dengan cara tersebut. Prihatin karena lokasi kami miskin sinyal, padahal pembelajaran saat ini dituntut daring (online),” ungkapnya.

Dia pun sudah berkoordinasi dengan kepala Desa Tlogoharjo dan kepala dusun setempat. Mereka diminta untuk mengawasi anak-anak ketika mencari sinyal di bukit yang menurutnya setinggi lebih dari 50 meter tersebut. “Di Dusun Jajar, ada empat warga yang memasang wifi. Mungkin anak-anak mencari yang lebih lancar koneksinya,” jelas dia.

Menanggapi adanya anak-anak yang mencari sinyal hingga ke bukit, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonogiri Heru Nur Iswantoro mengatakan, di Wonogiri ada 20 desa yang termasuk blank spot dengan kategori parah.

Pihaknya sudah mengusulkan kepada Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informasi terkait daerah-daerah mana yang patut dibangun menara telekomunikasi.

“Kalau Kominfo daerah itu bertanggung jawab terhadap jaringan intra pemerintah. Kalau yang seperti itu (telekomunikasi, Red) kewenangan pusat. Kominfo daerah cuma bisa mendorong dan menawarkan kepada provider untuk membangun BTS (menara telekomunikasi) di daerah-daerah blank spot,” paparnya.

Heru mengatakan, misal Bakti memerintahkan suatu provider untuk membangun menara telekomunikasi di suatu wilayah, maka menara akan segera dibangun. Ini tentu akan memudahkan siswa mendapatkan sinyal demi mendukung pembelajaran jarak jauh dan kebutuhan komunikasi warga sekitar. 

Beberapa tahun silam, sudah ada survei lapangan yang dilakukan. Namun, hingga kini pihaknya juga masih menunggu kapan atau seperti apa kejelasan pembangunan menara telekomunikasi tersebut. (al/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia