alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Isolasi Mandiri Ditolak Warga, Remaja Terkonfirmasi Covid Dijemput RS

27 Juli 2020, 12: 28: 48 WIB | editor : Perdana

Camat Tulung Suyamto.

Camat Tulung Suyamto. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – ZAY, 17, pasien positif Covid-19 asal Desa Daleman, Kecamatan Tulung batal isolasi mandiri di rumah, setelah mendapat penolakan dari warga sekitar. Akhirnya, ZAY dijemput dan dibawa ke rumah sakit, Sabtu (25/7). 

“Sabtu malam sudah dibawa ke rumah sakit kok. Awalnya mau isolasi mandiri, tetapi tidak boleh warga. Lalu dijemput ke rumah sakit di Jogja,” terang Camat Tulung Suyamto, kemarin (26/7).

Gadis belia ini terpapar Covid-19 dari klaster Pasar Cokro Kembang. “Klaster Cokro Kembang yang tes swab 25 orang. Cuma ZAY yang positif Covid-19. Sedangkan yang lainnya negatif,” jelas camat.

Selain ZAY, juga ada penambahan empat kasus dari klaster Pasar Cokro kembang. Yakni SH, 45; P, 33; NAY, 6; dan S, 65. Semuanya berasal dari Desa/Kecamatan Tulung. “Total ada 13 orang yang menjalani tes swab. Hasilnya, hanya empat yang positif,” imbuhnya.

Keempat pasien positif tersebut dirawat di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Secara akumulatif di Tulung terdapat 20 pasien positif. Kecamatan ini tercatat sebagai wilayah dengan kasus terbanyak di Kota Bersinar. 

“Kami sudah intensifkan gugus tugas tingkat desa dan RW. Terutama pemantauan terhadap warga yang bekerja di luar daerah dan masuk zona merah. Berkaca dari kasus penularan di Tulung. Kejadiannya seperti itu,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani meminta gugus tugas tingkat desa dan RW melakukan pendataan khusus warga Klaten yang bekerja di luar daerah dengan mobilitas tinggi dan sering pulang ke rumah. Upaya ini dilakukan agar pola penularan yang terjadi di Kecamatan Tulung tidak terulang. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia