alexametrics
Minggu, 16 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri
Perjuangan Pelajar di Daerah Blank Spot

Bupati Minta Evaluasi Pembelajaran Daring: Tak Semua Terkaver Internet

28 Juli 2020, 09: 59: 13 WIB | editor : Perdana

Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Belum semua wilayah di Wonogiri terkaver akses internet. Kondisi ini menjadi kendala bagi para siswa di daerah blank spot dalam mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online. Seperti para siswa di Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro yang harus naik bukit demi mendapat sinyal internet.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, sejak awal dia mempertanyakan evaluasi besar pembelajaran dengan metode daring (dalam jaringan). Padahal, belum semua wilayah dapat mengakses fasilitas internet.

Menurut dia, belum semua siswa dapat menjalankan pembelajaran secara online. Selain itu, banyak faktor lain yang harus dievaluasi. “Potret siswa seperti di Giritontro itu menjadi gambaran umum (kendala pembelajaran daring, Red). Diharapkan ada kebijakan untuk memecahkan masalah penyelenggaraan pendidikan ini. Daerah tidak diberi otoritas untuk melakukan akselerasi-akselerasi,” ungkap pria yang akrab disapa Jekek ini di ruang kerjanya, kemarin (27/7).

Jekek mengaku sudah pernah memiliki pandangan terkait penyelenggaraan pendidikan. Diatur berapa jumlah anak yang masuk di setiap harinya. “Pagi hari anak-anak yang masuk berapa persen, siang masuk berapa persen, dan yang belajar secara online berapa persen. Itu terus diputar,” kata dia.

Terkait dengan potensi penularan Covid-19 terhadap peserta didik, dia mencontohkan orang-orang yang tetap bekerja selama pandemi Covid-19 dan tidak terpapar virus. Selama protokol kesehatan terpenuhi tetap baik-baik saja.

“Wong ada protokol Covid-19 kok. Selama dijalankan itu menjawab kekhawatiran. Daripada mempertaruhkan sesuatu yang dampaknya lebih besar. Coba dari data, berapa jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 dari usia anak-anak,” ujarnya dengan nada tanya.

Jekek mengapresiasi perjuangan para siswa di Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro yang harus menaiki bukit demi bisa mendapatkan sinyal internet untuk mengikuti pembelajaran daring. Menurutnya, anak-anak tersebut menunjukkan sebuah optimisme untuk tetap mendapatkan pendidikan di era pandemi ini. 

Mereka tetap bisa beraktivitas di tengah keterbatasan dan menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang hebat. Dia pun sangat salut dan mendoakan yang terbaik untuk anak-anak tersebut. “Kami sangat mengapresiasi. Tapi masalah sinyal dan segala macamnya kan kabupaten tidak punya otoritas,” paparnya.

Dia mengatakan, kesulitan sinyal ini tidak hanya terjadi di Giritontro. Tapi juga dialami pelajar dan warga di Paranggupito, Karangtengah, Kismantoro, dan Puhpelem. “Kami saja di kota ada beberapa titik yang tidak terjangkau,” kata dia.

Jekek mengatakan, seperti itulah kondisi riil di Wonogiri. Belum semua wilayah kita bisa mengakses internet. Semestinya ada kebijakan alternatif yang diambil untuk menjaga kualitas pendidikan bagi anak-anak. (al/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia