alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

1 Pasien Covid Asal Bayat Jadi Percontohan Isolasi di Rumah

28 Juli 2020, 12: 53: 54 WIB | editor : Perdana

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pecegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito.

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pecegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – AAH, 24, pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Bayat jadi percontohan oleh Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten. AAH ini melakukan isolasi mandiri di rumahnya, terhitung mulai Minggu (26/7). Isolasi tersebut atas kehendak pasien. Namun, harus menandatangani kesanggupan isolasi mandiri dengan menaati protokol kesehatan.

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pecegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito menjelaskan, meski isolasi mandiri, AAH tidak dilepas. Secara teknis, tetap ada tim pendamping. Fotmat pendampingan disusun Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten. 

“Selama isolasi mandiri, yang bersangkutan dipastikan tidak keluar rumah. Terkait logistik, ditangani gugus tugas tingkat desa atau RW. Jika distribusi logistik terkendala, akan dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten,” jelas Ronny, kemarin (27/7).

Selama isolasi mandiri, AAH wajib memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya kondisi klinis baik, tidak punya penyakit penyerta, bukan termasuk kelompok rentan, serta berstatus orang tanpa gejala (OTG). Diharapkan dengan isolasi mandiri di rumah, bisa meningkatkan imunitas tubuh pasien.

“Harus di ruangan terpisah dengan anggota keluarga lainnya. Kamar mandinya juga sendiri. Harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan rutin menyemprot disinfektan,” urainya.

Isolasi mandiri bagi pasien positif yang tidak memiliki gejala, sesuai pedoman penatalaksanaan penanganan Covid-19 revisi kelima dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pedoman ini sudah disosialisasikan ke seluruh puskesmas dan masyarakat. “Minggu ini Klaten masuk zona orange, artinya risiko sedang. Angka reproduksi efektif 1,2. Artinya satu pasien positif bisa menularkan kepada satu sampai dua orang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Klaten Anggit Budiarto mengaku isolasi mandiri di rumah tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan (nakes). “Misalnya rumahnya 2 lantai, yang isolasi mandiri di atas, keluarganya di lantai 1. Terpenting jangan sampai kontak langsung,” ujarnya.

Syarat lain, ruangan yang digunakan untuk isolasi harus memiliki ventilasi. Disarankan mematikan pendingin ruangan atau AC. Mengoptimalkan sirkulasi udara melalui jendela. “Kemungkinan akan banyak (pasien positif OTG) isolasi mandiri di rumah,” katanya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia