alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Wali Kota Solo Bantah Rumor Purnomo Dicovidkan: Tak Ada Swab Settingan

28 Juli 2020, 23: 43: 15 WIB | editor : Perdana

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo (kiri) dan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo (kiri) dan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menegaskan swab yang dilakukan terhadap Wakil Wali Kota Surakarta (Wawali) Achmad Purnomo sudah sesuai prosedur yang berlaku. Sampel dikirimkan ke laboratorium yang sudah ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebagaimana sampel swab lainnya. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo pun memastikan tidak ada swab settingan.

Pernyataan Rudy tersebut keluar lantaran banyak yang mempertanyakan keabsahan swab terhadap Purnomo, beberapa waktu lalu. Melalui pesan WhatsApp pada Senin (27/7) malam, Purnomo sendiri sempat membagi surat keterangan swab dari rumah sakit swasta yang menyatakan dirinya negatif Covid-19. Rudy mengatakan, sangat memungkinkan jika swab yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta dengan swab mandiri yang dijalani wawali menunjukkan hasil berbeda. Sebab, pengambilan sampel swab berjarak satu satu dengan yang lain.

"Kalau dirunut begini, jadi Pak Pur rapid test tanggal 15 Juli untuk terbang ke Jakarta keesokan harinya. Nah pas pulang cerita kalau hasil rapidnya mengambang. Kemudian, dinkes ambil swab tanggal 17 dan 18 Juli, hasilnya keluar 23 Juli menyatakan positif Covid-19. Karena itu, Pak Pur tanggal 24 Juli inisiatif swab mandiri dan hasilnya keluar 27 Juli menunjukkan negatif. Ini kan berjarak tujuh hari antara swab dinkes dengan yang mandiri. Jadi, bisa saja pas swab mandiri kondisinya baik sehingga hasilnya negatif. Makanya jeda 10 hari ini tidak bisa dijadikan pembanding, istilahnya ndak apple to apple," kata Rudy saat jumpa pers melalui aplikasi zoom, Selasa (28/7).

Rudy pun berharap wawali bisa membantu meluruskan hal tersebut. Pasalnya tidak ada istilah hasil lab yang beda jika diambil di waktu yang berbeda. Rudy juga meminta rekan duetnya itu untuk tetap melakukan karantina mandiri sembari menunggu hasil swab dari dinkes keluar.

"Saya berharap Pak wakil sehat wal afiat dan hasil swabnya negatif. Karena sudah karantina mandiri dari Kamis kemarin setelah tahu hasilnya positif," ujarnya. 

Bagaimana dengan rumor yang sempat beredar di media sosial terkait hasil swab settingan? Rudy dengan tegas membantah hal tersebut. "Kami, pemkot, melakukan sesuai prosedur. Tidak ada settingan, swab pesanan dan sebagainya," kata Rudy.

Kepala Dinkes Kota Surakarta Siti Wahyuningsih memaparkan, usai mengambil swab wawali, pihaknya langsung mengirimkan spesimen ke Laboratorium Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Pasalnya, Lab Covid-19 yang masuk zonasi Kota Solo, yakni Rumah Sakit (RS) UNS sementara tutup karena harus menyelesaikan pemeriksaan sampel internal dari klaster nakes dan dokter residen RSUD dr Moewardi.

"Karena tidak memungkinkan menunggu sampai Lab RS UNS buka, kami pun mengirimkan ke lab provinsi di Semarang. Hasilnya 23 Juli didapatkan positif. Semua kami lakukan sesuai prosedur dan sesuai standar Kemenkes," papar perempuan yang akrab disapa Ning itu.

Terkait hasil swab tanggal 24 Juli yang hasilnya keluar 27 Juli dan menunjukkan negatif Covid-19, Ning mengatakan, secara teori yang dipelajarinya hal tersebut mungkin. Sebab, proses virus masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi, tidak diketahui kapan pastinya.

"Apalagi kalau orangnya tanpa gejala. Tahunya ya setelah diswab dan positif. Pengalaman selama ini, nakes saya juga ada yang dinyatakan positif. Selang lima hari diperiksa lagi sudah negatif hasilnya. Apalagi ini berjarak seminggu dari swab pertama dinkes dengan swab mandiri. Jadi bisa saja sudah sembuh saat swab yang mandiri," ujarnya.

Untuk memastikan lagi, lanjut Ning, pihaknya sudah melakukan swab kembali terhadap wawali, Selasa (28/7) pagi dan spesimen sudah dikirimkan Lab Provinsi Jateng. 

"Jadwalnya memang Selasa ini swab lagi untuk cek perkembangan. Jadi meski sudah swab mandiri dan hasilnya negatif, kita tetap lakukan swab. Saya sudah koordinasi dengan provinsi dan katanya besok (Rabu) diusahakan sudah jadi," tandasnya. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia