alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Warga Diingatkan Tak Buru-Buru Jual Kambing Korban Serangan Hewan Buas

29 Juli 2020, 00: 14: 28 WIB | editor : Perdana

Kambing yang masih selamat setelah jadi korban serangan hewan buas di Desa Kepyar.

Kambing yang masih selamat setelah jadi korban serangan hewan buas di Desa Kepyar. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI - Teror hewan buas yang menyerang kambing-kambing milik warga di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, beberapa waktu lalu memang sangat meresahkan. Kini, warga memilih untuk menjual kambing korban serangan hewan buas, selagi masih dalam kondisi hidup.

Kepala Desa Kepyar Mei Rina Tri Purwanti mengatakan, teror hewan buas yang menyerang hewan ternak milik warga, kini sudah mereda. "Sementara belum ada laporan (lagi)," ungkap Mei kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (28/7).

Dengan demikian, hingga saat ini total ada sekitar 10 kambing yang mati diserang hewan buas. Selain itu, ada beberapa kambing korban serangan, namun masih hidup. Hewan buas yang hingga kini masih misterius itu diduga merupakan anjing alasan atau anjing hutan.

"Untuk kambing yang mati karena serangan langsung dikubur oleh pemilik. Kambing yang diserang tapi masih hidup, dijual," jelas kades.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebelum dijual, pemilik belum sempat berkonsultasi kepada mantri hewan di sana. Pihak desa pun tidak bisa menahan para pemilik untuk menjual kambing itu.

"Laporan masuk ke kami sudah lewat beberapa hari setelah kejadian. Yang langsung melaporkan (ke pihak desa) kali terakhir Sabtu lalu," kata Mei.

Berapa ekor hewan ternak yang diserang dan masih hidup lalu dijual? Pihaknya tidak bisa memastikan berapa.

"Jumlah pas-nya kita belum tau. Kemungkinan banyak yang tidak melaporkan," papar Mei.

Dia pun mewanti-wanti warga, semisal terjadi serangan lagi harus segera melapor. Saat ini petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah pun sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

"Petugas dari BKSDA sudah terjun. Tapi kita masih menunggu kabar dari mereka," ucap dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri Sutardi mengatakan, hewan buas yang menyerang kambing milik warga Desa Kepyar harus dipastikan terlebih dahulu.

"Kan belum jelas ini yang menyerang apa, dipastikan dulu. Yang ditakutkan kalau anjing gila. Lebih baik tidak usah dikonsumsi karena tidak tahu persis," kata dia.

Semisal ada kambing yang terluka, tambah dia, lebih baik kambing tersebut diobati terlebih dahulu sebelum dijual atau dikonsumsi. Hal ini agar kambing dalam kondisi yang bagus.

"Ditakutkan yang menggigit anjing gila, daripada penyakitnya menular ke manusia," tandasnya. (al/ria)

­

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia