alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Sindikat Pemalsu STNK juga Berencana Bikin Duplikat SIM, KTP & BPKB

Tersangka Lulusan Desain Komunikasi Visual

29 Juli 2020, 10: 03: 38 WIB | editor : Perdana

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi menunjukkan STNK palsu yang dibuat oleh para tersangka.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi menunjukkan STNK palsu yang dibuat oleh para tersangka. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Aksi sindikat pembuat dan penjual surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu yang berhasil diungkap jajaran kepolisian ternyata baru tahap awal. Bila aksi menjual STNK palsu itu sukses, para tersangka itu sudah berencana membuat surat izin mengemudi (SIM), buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), dan kartu tanda penduduk (KTP) palsu. Namun, sebelum rencana itu terwujud, aksi mereka keburu diendus polisi.

Hal tersebut diketahui setelah penyidik Satreskrim Polres Karanganyar mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya blanko SIM kosong, kemudian satu BPKB untuk eksperimen, dan satu buah KTP.

“Ada beberapa barang bukti seperti blangko SIM telah dihapus identitas pemiliknya, termasuk temuan BPKB dan KTP. Dari pengakuan EA (salah satu tersangka) mereka akan memproduksi surat-surat tersebut, tapi belum jadi. Kartu keluarga (KK) diduga akan dipalsukan juga ada,” kata Kapolres AKBP Leganek Mawardi.

Di sisi lain, menurut informasi yang dihimpun koran ini, tersangka EA asal Solo ini sebelumnya pernah mengenyam pendidikan di salah satu universitas ternama dan mengambil jurusan desain komunikasi visual. Dia juga sempat bekerja di salah satu perusahaan reklame di Kota Solo.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satria mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dan pengembangan ungkap kasus itu ke sejumlah wilayah. Pasalnya, dari keterangan EA dan GNY, mereka menyebutkan sejumlah nama yang juga diduga terlibat dalam sindikat pemalsuan STNK tersebut.

“Masih dalam penyelidikan. Ada beberapa nama yang disebut oleh kedua tersangka. Nama-nama itu diindikasikan sebagai penyuplai bahan untuk pemalsuan STNK. Kami masih kejar mereka,” ujarnya. 

Sebelumnya, jajaran Polres Karanganyar berhasil membongkar sindikat pemalsu STNK lintas provinsi. Dua pelaku diamankan, yakni EA, 33, asal Solo dan GNY, 30, warga Tasikmadu, Karanganyar.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku bekerja sama dengan pencopet yang mendapat STNK asli dari korbannya.  Kemudian menduplikatnya. EA yang bertugas membuat STNK palsu ini diketahui juga bekerja sebagai pegawai perusahaan advertising di Solo. Sedangkan GNY sebagai penjualnya.

Setiap STNK dijual Rp 3 juta kepada pembeli. Tidak hanya di eks Karesidenan Surakarta, namun sampai ke luar Jawa. EA diamankan di wilayah Karanganyar, sementara GNY diamankan di rumahnya di Tasikmadu, Sabtu (20/7) lalu. Dari tangan mereka diamankan ribuan lembar STNK palsu dan beberapa barang bukti. (rud/bun/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia