alexametrics
Minggu, 16 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pondok Pesantren di Wonogiri Minim APD, Berharap Bantuan Pemerintah

29 Juli 2020, 12: 44: 12 WIB | editor : Perdana

Kepala Kantor Kementerian Agama Wonogiri Cahyo Sukmana

Kepala Kantor Kementerian Agama Wonogiri Cahyo Sukmana (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pondok pesantren (ponpes) mengharapkan bantuan alat pelindung diri (APD) dari pemerintah. Ini agar lingkungan ponpes bisa menerapkan protokol kesehatan secara lebih baik.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri Cahyo Sukmana mengungkapkan, pihaknya telah menggelar rapat online bersama para pengasuh ponpes, bagian kesra pemkab, Majelis Ulama Indnonesia (MUI), dan organisasi keagamaan di Wonogiri pekan lalu. Hal ini guna menindaklanjuti munculnya klaster penyebaran Covid-19 di salah satu ponpes di Jatisrono.

"Salah satu hasilnya, pondok pesantren untuk sementara ditutup dulu. Artinya yang sudah ada di dalam pondok pesantren biar tetap belajar," ungkap Cahyo, kemarin (28/7).

Para santri yang sudah terlanjur masuk ponpes diperbolehkan tetap belajar. Namun, protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat untuk meminimalkan potensi penularan Covid-19.

Cahyo mengatakan, ada salah satu pengasuh ponpes yang menanyakan diperbolehkan atau tidak santri yang belum masuk untuk belajar di ponpes. ”Untuk santri yang belum sempat masuk, kami mengimbau agar tidak masuk terlebih dahulu ke dalam lingkungan ponpes,” papar dia.

Selain itu, Cahyo mengatakan pengelola ponpes mengharapkan adanya bantuan APD. Sebab, APD yang dimiliki ponpes sangat minim.

"Misalkan saja masker dan hand sanitizer, itu sangat dibutuhkan. Mereka berharap sekali pemerintah daerah bisa memberikan bantuan kepada pondok pesantren," ujar Cahyo.

Bahkan, pengasuh ponpes ingin mengadakan rapat dengan Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Namun, karena kondisi Covid-19 di Wonogiri masih cukup mengkhawatirkan, mereka belum berani mengagendakan hal tersebut.

"Misalkan juga dengan forkompimda. Mereka (pengasuh ponpes) itu ingin lebih dekat lagi dengan pemerintah daerah," kata dia. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia