alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Daerah Blank Spot Butuh Solusi, Belajar di Bukit Risiko Serangan Ular

29 Juli 2020, 12: 56: 49 WIB | editor : Perdana

Murid mengakses sinyal internet di Bukit Jambul, Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritontro untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh belum lama ini.

Murid mengakses sinyal internet di Bukit Jambul, Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritontro untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh belum lama ini. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI – Sulitnya mengakses internet di Tlogoharjo, Giritontro hingga memaksa sejumlah pelajar naik ke Bukit Jambul untuk ikut pembelajaran dalam jaringan (daring) alias online, harus segera dicari solusinya. Mengingat lokasi tersebut disebut banyak terdapat ular berbisa.

Kepala Desa (Kades) Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro Miyanto menuturkan, potensi adanya ular di Bukit Jambul cukup besar. Sebab, di lokasi itu banyak semak dan tumbuhan lainnya. 

Mengantisipasi kejadian tak diinginkan, pemerintah desa setempat melakukan pengawasan. “Anak-anak baik-baik saja. Saking semangatnya belajar, naik di bukit untuk mendapatkan sinyal. Kondisi seperti ini sudah saya sikapi sejak beberapa bulan lalu. Sudah saya infokan kepada anak-anak khususnya yang ada di sekitar rumah saya," papar Miyanto.

Informasi yang dimaksud kades yakni meminta anak-anak belajar di rumahnya karena tersedia jaringan wifi. Kini, terdapat sekitar 10 murid SMP mengakses internet di rumah Miyanto.

Kades juga menyediakan kudapan ala kadarnya. "Sak entene (seadanya). Kalau ada kacang ya dikasih kacang, tapi kalau pas tidak ada, ya mohon maaf tidak ada (suguhan)," ungkapnya.

Meskipun sudah disediakan fasilitas tersebut, tetap ada anak yang memilih belajar di Bukit Jambul. Mereka mayoritas pelajar SMA. “Tetapi ya namanya anak-anak, ada yang memilih (belajar) di bukit. Mereka juga punya alasan," ucapnya.

Menurut Miyanto, alasan anak-anak memilih belajar di bukit karena sinyal lebih kuat. Selain itu, mereka merasa nyaman. Berbeda ketika menumpang akses internet di rumah kades. Bisa saja tidak enak hati. Padahal kades mengaku menerima pelajar dengan tangan terbuka. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia