alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Coret Sukiman dari Kandidat Cabup, Golkar Pilih Merapat ke Yuni-Suroto

29 Juli 2020, 13: 10: 02 WIB | editor : Perdana

Rapat koordinasi Golkar untuk Pilkada Sragen 2020.

Rapat koordinasi Golkar untuk Pilkada Sragen 2020. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Partai Golongan Karya (Golkar) memutuskan mencoret Sukiman dari kandidat yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2020. Partai berlambang pohon beringin ini justru memilih merapat ke pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Jawa Tengah Juliyatmono mengungkapkan, Sukiman dinilai menyia-nyiakan peluang surat tugas dari DPP Golkar yang sudah diberikan pada Maret lalu. Surat tugas untuk mencari pasangan wakil dan partai koalisi tersebut sudah cukup lama.

”Kami pantau terus perkembangannya belum mendapat dukungan partai manapun. Karena itu, DPP mulai berembug soal Sragen,” ujar Juliyatmono dalam rapat koordinasi dan penjelasan Pilkada 2020 di kantor DPD II Golkar Sragen, Selasa (28/7).

Pria yang juga Bupati Karanganyar ini menyampaikan, Golkar kini memberi mandat ke Yuni-Soroto. Golkar sudah menjalin komunikasi dengan PDIP. Soal timbal balik ke Golkar, dia menegaskan hanya menyesuaikan program partai untuk bisa diterjemahkan oleh bupati yang diusung.

”Partai yang tidak punya eksekutif akan sulit memperjuangkan aspirasinya. Meskipun punya fungsi kontrol pada hal yang tidak berpihak pada masyarakat,” terangnya.

Dengan mengusung Yuni-Suroto, diharapkan program Golkar bisa diterjemahkan pasangan Yuni-Suroto setelah nantinya terpilih. Ditargetkan surat dukungan resmi akan disampaikan pada Agustus nanti. Juliyatmono meyakini Yuni-Suroto ingin menjadi calon tunggal dalam Pilkada Sragen.

”Apa calon tunggal itu bukan demokrasi? Itu ya demokrasi. Semua bisa memaknai masing-masing. Calon tunggal karena diperbolehkan dalam undang-undang ya demokrasi,” tegas dia.

Sementara itu, Plt Ketua DPD II Golkar Sragen Anton Lami Suhadi mengaku Golkar Sragen jengah karena Sukiman tak kunjung merampungkan surat tugas.

”Informasi yang disampaikan akan dapat berkoalisi dengan Partai Gerindra. Sudah dampingi berkali-kali sampai tunggu saat ini juga belum dapat. Kebijakan partai komunikasi politik tingkat nasional akan mengusung bersama PDIP,” terangnya.

Bendahara DPD II Golkar Sragen Pujono Elly Bayu Effendi mengaku sudah berkali-kali mengingatkan Sukiman agar merampungkan surat tugas yang diberikan partai. Karena bukan kader asli dari partai Golkar, Sukiman diberi mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar untuk memenuhi persyaratan pilkada.

”Kami dari pengurus DPD II Golkar Sragen terus mengingatkan, bukan saya dan sekretaris saja. Bahkan, tim pemenangan dari provinsi juga ngoyak-oyak laporan dari surat tugas yang diberikan pada Doktor Sukiman. Tapi belum ada hasil,” bebernya. (din/adi/ria) 

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia