alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bank Sampah Jadi Gerakan Ketahanan Pangan

29 Juli 2020, 16: 02: 24 WIB | editor : Perdana

HIJAU : Salah satu area hijau Bank Sampah Guyub Rukun di Dusun Gridih,Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo menjadikan pekarangan jadi kebun sayur.

HIJAU : Salah satu area hijau Bank Sampah Guyub Rukun di Dusun Gridih,Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo menjadikan pekarangan jadi kebun sayur.

Share this      

KLATEN - Bagi sebagian masyarakat sampah sering menjadi masalah, karena pengelolaan yang tidak maksimal. Kondisi berbeda terjadi di Dusun Gridih,Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, warga setempat justru menjadikan berkah. Sampah bisa diolah dengan daur ulang dan bisa menjadi bagian dari ketahanan pangan di tengah Covid-19.

Warga telah memiliki Bank Sampah Guyub Rukun yang bisa menampung sampah dan mengedukasi warga. Sampah yang dihasilkan dari rumah tangga telah dapat diolah menjadi peralatan rumah tangga dan pupuk organik untuk sayuran di kebun.

Direktur Bank Sampah Guyub Rukun, Baginda Sujarwanto mengatakan, sebelum diolah sampah dipilah menjadi sampah bisa didaur ulang dan sampah langsung buang. Warga bertindak sebagai nasabah dan memiliki buku rekening bank sampah.

"Dari situ sampah yang dikumpulkan nasabah tercatat. Ada yang diganti uang, ada juga ditukar sembako. Kami memiliki jadwal sepekan sekali untuk mengumpulkan sampah warga,'' ujarnya.

Ketua LSM Lestari, Agus Hartono mengatakan, sudah ada 17 bank sampah yang aktif menerima sampah rumah tangga. Pihaknya cukup intensif dalam mendampingi dan mengajak pengelola bank sampah untuk terus melakukan koordinasi.

"Beragam kegiatan sudah dilaksanakan. Mulai pelatihan skill dan peningkatan kemampuan masing masing sumber daya manusia," ujarnya acara Sowan Digital Bank Sampah.

Sementara Manager Corporte Social Responsibility (CSR) AQUA Klaten, Rama Zakaria mengatakan, saat ini bank sampah telah menjadi salah satu kegiatan yang bertujuan ketahanan pangan. Karena memiliki program berkebun dengan menggunakan sampah daur ulang

"Saya melihat ada juga sampah yang ditukar dengan sembako. Jika kegiatan ini dikembangkan saya yakin masyarakat akan lebih kuat dalam melui masa pendemi Covid-19. Dukungan dari pemerintah, stakeholder juga penting," ujarnya.(ren/oh)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia