alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Petani Meregang Nyawa Tersengat Listrik Jebakan Tikus Buatan Sendiri

30 Juli 2020, 10: 08: 33 WIB | editor : Perdana

Olah TKP petani tewas tersengat jebakan listrik di Desa Duyungan, Sidoharjo, Selasa malam (28/7).

Olah TKP petani tewas tersengat jebakan listrik di Desa Duyungan, Sidoharjo, Selasa malam (28/7). (ISTIMEWA)

Share this      

SRAGEN – Senjata makan tuan. Prapto Wiyono, 66, warga Dusun Bulakrejo, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, tewas tersengat aliran listrik pada Selasa malam (28/7). Saat itu, korban hendak memasang jebakan tikus menggunakan kawat bertegangan listrik di area pesawahan dusun setempat. Total dalam sepekan, ada dua petani tewas karena jebakan listrik.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menjelaskan, korban keluar rumah pukul 18.00. Pamit hendak pergi ke sawah, memasang jebakan tikus menggunakan genset bertegangan 220 volt dan berdaya 3.200 watt.

Sekitar pukul 18.30, rumahnya kedatangan tamu yang hendak menemui korban. Anak kandung korban kemudian menyusul ke sawah. Nahas, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak tak bernyawa di pematang sawah. Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak berwajib. 

“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), didapat barang bukti satu unit genset, seperangkat alat jebakan tikus yang terbuat dari kawat, patok, dan terminal listrik,” terang Harno, kemarin (29/7).

Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka pada bagian telapak tangan kanan. Tepatnya di jari kelingking sepanjang 1,5 sentimeter (cm). Selain itu, terdapat luka goresan terbakar pada telapak kaki kanan, dekat ibu jari. 

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dari keterangan saksi, perangkat jebakan tikus tersebut dibuat sendiri oleh korban. Bertujuan melindungi tanaman jagung di sawah miliknya dari serangan hama tikus,” terangnya. 

Sejatinya, sudah ada larangan memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik di Bumi Sukowati. Namun, kenyataannya cara itu masih marak digunakan para petani. (din/fer/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia