alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Tambah 15 Kasus Covid-19 dari Klaster Ponpes Sempon, Mayoritas Nakes

30 Juli 2020, 21: 15: 22 WIB | editor : Perdana

Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Warga Wonogiri yang terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah 15 orang. Mayoritas adalah tenaga kesehatan (nakes).

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengonfirmasi adanya 15 tambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Di antaranya 12 orang adalah nakes di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. 

Belasan nakes itu pernah berkontak dengan Z, ustad sekaligus pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Sempon, Jatisrono. Z merupakan kasus pertama Covid-19 dari klaster ponpes Jatisrono atau klaster Sempon. 

”Selain 12 nakes, ada tiga tambahan kasus baru lainnya, merupakan warga yang terpapar dari klaster Sempon,” tutur bupati, Kamis (30/7).

Dengan adanya tambahan kasus tersebut, total hingga saat ini ada 41 paramedis maupun nakes di Wonogiri yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Meski begitu, bupati menegaskan pelayanan di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri tak terganggu.

"SDM yang ada di RSUD masih memadai. Pelayanannya tidak terganggu," ungkap bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Sementara itu, saat ini Z dinyatakan telah sembuh dari Covid-19. Hasil dua kali uji swab, Z dinyatakan negatif Covid-19. Saat ini, pengasuh ponpes itu sudah kembali ke rumahnya setelah dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri selama hampir satu bulan.

Menurut Jekek, waktu perawatan Z cukup lama karena tingkat imunitasnya menurun karena beban pikiran. "Sempat berbincang lewat telepon. Beliau meminta maaf atas kondisi di Wonogiri saat ini," kata dia. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia