alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Geger, Sapi Kurban Terjun Bebas ke Kali Jenes, Stres Jadi Tontonan

Evakuasi Berjam-jam, Dibantu Petugas Damkar

31 Juli 2020, 21: 12: 22 WIB | editor : Perdana

Petugas berusaha mengevakuasi sapi kurban yang terjun ke Kali Jenes.

Petugas berusaha mengevakuasi sapi kurban yang terjun ke Kali Jenes. (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Situasi Kampung Sangkrah RT 03 RW 01, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon mendakak heboh, Jumat (31/7) sore. Salah satu sapi kurban yang berbadan cukup kekar lompat ke Kali Jenes lantaran tak mau disembelih.

Setiap sore, jalanan di kampung padat permukiman penduduk itu memang selalu ramai dengan anak-anak yang bermain. Termasuk tadi sore. Apalagi bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, di mana anak-anak sering menjadikan hewan kurban yang hendak disembelih sebagai tontonan.

"Saat itu situasinya memang ramai orang-orang yang berkumpul untuk melihat sapi. Anak-anak juga ada di sekitar sana. Kebetulan pelaksanaa penyembelihan di kampung itu masih Sabtu (1/8), jadi biasanya (hewan kurban) dilihat warga," jelas Lurah Sangkrah Eka Budi Mulyana, Jumat (31/7) petang.

Sekitar pukul 16.30, salah seorang warga menurunkan satu ekor sapi jantan bertubuh kekar. Sapi bakal kurban itu diikatkan dengan tali ke sebuah pohon di dekat Kali Jenes. Entah karena takut jadi tontonan warga atau yang lainnya, sapi tersebut tiba-tiba lompat nyemplung ke kali.

"Langsung lompat ke kali (sungai). Awalnya warga sempat panik, tapi malah jadi tontonan," kata Eka Budi.

Warga dan anggota perlindungan masyarakat (linmas) kelurahan pun berupaya mengevakuasi sapi yang terjun bebas ke kali dengan kedalaman 5 meter dari jalan itu. Bahkan setelah terjun, sapi masih kuat mengamuk.

"Sapinya galak ini, mungkin karena sedikit stres dan panik dilihat banyak orang," ucap lurah.

Karena kesulitan mengangkat sapi dari dasar kali, warga pun menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta untuk meminta bantuan. Delapan personel damkar dari Pos Pedaringan meluncur dengan kendaraan pemadam.

"Kami tiba pukul 17.30, sapinya masih ndekem (diam) di dasar sungainya. Untung airnya cetek (debit turun), jadi mempermudah evakuasi," jelas Suroto, komandan Regu C yang bertugas kala itu.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengangkat sapi dari dasar sungai. Salah satunya dengan mengatrol sapi agar langsung bisa diangkat dari sungai. Usaha petugas itu dimentahkan si sapi dengan pertahanannya yang kuat. "Sapinya dendam ini, marah, galak," kata petugas sambil bercanda.

Petugas menduga sapi tersebut stres karena terlalu lama ada di air dan menjadi tontonan warga. Upaya untuk mendekati si sapi pun selalu gagal karena petugas dan warga terancam diseruduk.

Akhirnya, warga dan petugas menggiring sapi menuju ke kontur sungai yang lebih landai agar lebih mudah diangkat. "Akhirnya kami giring ke utara saja biar lebih gampang dinaikkan. Kebetulan juga setelah lompat dari ketinggian 5 meter sapinya masih sehat, masih tidak apa-apa," papar Suroto.

Hingga sekitar pukul 19.00 lebih, petugas masih berupaya melakukan evakuasi sapi tersebut. (ves/ria)


(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia