alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Gubernur Desak Kemenag Cairkan Dana Bantuan Operasional Pesantren

01 Agustus 2020, 09: 29: 29 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap Kementerian Agama (Kemenag) segera mendistribusikan dana bantuan operasional pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam. Percepatan distribusi bantuan bakal mengurai problem di pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi ini. 

“Kementerian Agama kemarin kalau tidak salah punya Rp 2 triliun lebih. Segera dibagi, segera sampaikan. Kalau kami harus bantu, kami bantu. Kalau harus ada (dana) Baznas dikeluarkan, maka akan kami keluarkan,” kata Ganjar, belum lama ini.

Ganjar menjelaskan, pengasuh dan pengelola pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah sudah menggelar pertemuan di kantor gubernur 20 Juni lalu. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan juga dihadiri oleh Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Daroji tersebut membahas berbagai permasalahan yang terjadi di ponpes pada masa pandemi Covid-19.

“Kemarin ponpes sudah rapat di sini dipimpin Pak Wagub. Kami minta adanya kesepakatan untuk mengelola ponpes. Kita sudah menemukan kok persoalannya,” jelas Ganjar.

Permasalahan-permasalahan itu di antaranya terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren hingga kemungkinan adanya masalah ekonomi sebagai dampak pandemi. Misalnya ponpes yang sudah dibuka harus taat terhadap protokol kesehatan. Santri yang sudah ada di dalam ponpes diharapkan tidak keluar-masuk karena berbahaya.

“Nah, bagi yang belum masuk, ya jangan dulu. Lalu kemarin muncul pikiran, wah ini pondok pesantren ada problem, problem ekonomi misalnya. Ya sudah pakai jaring pengaman. Maka (bantuan) Kementerian Agama segera dibagi,” lanjut Ganjar.

Ketaatan penerapan protokol kesehatan dan bergulirnya roda ekonomi di ponpes akan mencegah adanya klaster baru di ponpes dan menjaga para ulama, kiai, dan santri dari paparan Covid-19. “Mari kita jaga para ulama kita. Kita jaga para kiai dan bu nyai kita. Jangan sampai guru-guru kita sakit karena itu, karena kita tidak disiplin,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, berbagai upaya harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di semua lini, termasuk ponpes. Penerapan protokol kesehatan harus dikedepankan, terutama terkait penggunaan masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan. Begitu juga terkait kebersihan di lingkungan ponpes yang harus lebih diperhatikan.

“Para santri harus menjadikan kebiasaan baru itu sebagai budaya sehari-hari. Santri juga harus menjadi garda terdepan untuk menjaga kesehatan kiai, pengasuh, dan penghuni ponpes lainnya. Jangan sampai ada klaster baru dari ponpes. Inilah pentingnya ada Satgas Jogo Santri di masing-masing ponpes,” katanya, beberapa waktu lalu.

Selain menjaga penghuni pesantren, para santri juga diharapkan bisa menjadi agen edukasi bagi masyarakat atau lingkungan terdekatnya. “Santri dituntut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Santri harus menjadi garda terdepan, menjadi contoh dan teladan dalam penanganan Covid-19,” jelasnya. (ryn/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia