alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Puskesmas Sukoharjo Kota, Mojolaban, Kartasura, Bulu sudah Dibuka Lagi

Sempat Ditutup karena Nakes Terpapar Covid

01 Agustus 2020, 11: 43: 06 WIB | editor : Perdana

Warga mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Sukoharjo Kota, Jumat (31/7).

Warga mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Sukoharjo Kota, Jumat (31/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Layanan kesehatan di empat puskesmas yang sempat ditutup karena tenaga kesehatan (nakes)-nya tertular Covid-19, kini kembali dibuka. Namun, pelayanan belum lancar seperti sebelumnya.

Empat puskesmas tersebut yakni Puskesmas Sukoharjo Kota, Mojolaban, Kartasura, dan Bulu. Untuk Puskesmas Sukoharjo Kota sudah dibuka sejak Kamis (30/7).

"Di puskesmas induk ada 91 masyarakat yang dilayani baik di bagian pelayanan, poli, KIA, gigi, dan lab. Untuk Puskesmas Pembantu Cuplik masih nihil (pasien yang datang), sedangkan Puskesmas Pembantu Begajah ada 16 orang," beber Kepala UPTD Puskesmas Sukoharjo Kota Kunari Mahanani, kemarin (31/7).

Meskipun pelayanan belum sepenuhnya normal, tapi antusiasme masyarakat mengakses puskesmas cukup tinggi. Pembukaan operasional puskesmas tersebut juga diimbangi sosialisasi pencegahan penyebaran Covid 19 di Kelurahan Begajah. 

"Kegiatan itu digelar dengan melibatkan lurah, Bhabinkamtibmas, Gugus Tugas Kelurahan Begajah, dan bidan desa. Kami juga menyampaikan surat keterangan sehat selesai isolasi mandiri," ungkapnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati menuturkan, empat puskesmas tersebut ditutup sejak Kamis (16/7) hingga Kamis (30/7). Protokol kesehatan di pelayanan puskesmas diperketat guna mencegah nakes tertular Covid-19. 

Diberitakan sebelumnya, pemkab memutuskan memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) korona yang seharusnya berakhir bulan ini. Itu mengingat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Terbaru sebanyak 33 kasus.

Sesuai keputusan Bupati Sukoharjo nomor 440/525 tahun 2020, penetapan perpanjangan kedua status KLB ini sebagai upaya pemerintah menekan penyebaran Covid-19. 

Penetapan perpanjangan kedua status KLB di Sukoharjo berlaku 1 Agustus 2020 hingga 31 Agustus 2020. Selain memperpanjang status KLB, bupati juga menyebut semua biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan kepada APBN, APBD Provinsi Jateng, dan APBD Sukoharjo atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keputusan tersebut didukung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo. Menurut Yunia, pemkab sudah melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat yang nekat berkerumun. Namun, tampaknya hal tersebut masih diabaikan. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia