alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Mantan Kades Tanjungsari segera Sidang, Korupsi Ganti Rugi Proyek Tol

01 Agustus 2020, 12: 27: 51 WIB | editor : Perdana

Mantan kades Tanjungsari Joko Sarjono (pakai topi tutup muka) di Kejari Boyolali, Januari lalu.

Mantan kades Tanjungsari Joko Sarjono (pakai topi tutup muka) di Kejari Boyolali, Januari lalu. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Tak lama lagi, kasus korupsi mantan kapala desa (kades) Tanjungsari, Kecamatan Banyudono Joko Sarjono segera masuk Pengadilan Tipikor Semarang. Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali mendaftarkan perkara dugaan korupsi keuangan desa tersebut. 

Kasi Pidana Khusus (Pindsus) Kejari Boyolali Romli Mukayatsyah menjelaskan, berkas perkara yang menjerat tersangka Joko Sarjono sudah lengkap. Mulai pekan depan, kasus ini disidangkan. “Surat dakwaan sudah kami susun. Semoga proses sidang berjalan lancar,” terangnya, kemarin (31/7).

Romli menyebut, dakwaan terhadap tersangka masih sama. Yakni diduga melanggar Pasal 2 dan 3 Undang Undang RI No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara. 

Dalam perkara yang menjeratnya, mantan kades itu menggunakan selisih uang pengganti tanah kas desa yang terdampak proyek Tol Trans Jawa segmen Salatiga-Kartasura untuk kepentingan pribadi. Saat itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari menerima uang ganti rugi lahan Rp 12,5 miliar. Padahal lahan pengganti tanah kas desa seluas 2,4 hektare nominalnya hanya Rp 10,6 miliar. 

Akibat perbuatannya, negara merugi hingga Rp 1,3 milar. “Tak menutup kemungkinan akan ada orang atau pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Masih kami dalami,” kata Romli. 

Kejari masih menunggu fakta persidangan. Sebab, majelis hakim yang akan menentukan keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut. “Kalau dalam persidangan ditemukan alat bukti berupa keterangan saksi-saksi atau tersangka, kemungkinan akan ada (tersangka lain),” imbuhnya.

Sebagai informasi, Joko Sarjono ditetapkan sebagai tersangka oleh kejari, awal Januari lalu. Kasus bermula saat pembebasan lahan tanah kas desa yang terkena proyek jalan tol. Lahan seluas 2,4 hektare dihargai Rp12,5 miliar. Namun, uang tersebut digunakan membeli lahan pengganti di lokasi lain senilai Rp10,6 miliar. Sisanya untuk kepentingan pribadi. (wid/fer/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia