alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

1 Rumah Terdampak Underpass Purwosari, Wali Kota: Kita Carikan CSR

08 Agustus 2020, 07: 33: 12 WIB | editor : Perdana

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo melihat progress pembangunan Underpass Transito, kemarin (7/8).

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo melihat progress pembangunan Underpass Transito, kemarin (7/8). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Satu rumah terdampak proyek Underpass Transito Purwosari. Rumah tersebut saat ini lebih rendah dari jalur masuk jalan bawah tanah ini. Pemkot berupaya membangun rumah terdampak itu melalui dana corporate social responsibility (CSR). 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, pemkot dipastikan tidak memiliki anggaran untuk membangun rumah yang berada di sisi barat underpass. Namun, Rudy berjanji bakal mencarikan CSR untuk membantu membangun. 

“Sudah ada satu bank swasta yang bersedia membagi CSR untuk rumah ini. Nanti akan dibangun agar layak,” katanya, Jumat (7/8). 

Wali kota menambahkan, rumah itu akan dirobohkan, selanjutnya akan dibangun rumah layak huni serta sesuai dengan tinggi jalan. “Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kami dalam pembangunan Underpass Transito,” katanya.

Selain itu, pemkot memiliki pekerjaan rumah berupa pembangunan jembatan di sisi barat Underpass Transito. Jembatan tersebut sebagai akses masyarakat dari sisi selatan dan utara. Saat ini jembatan baru dibangun satu sisi. Rencananya tahun depan pemkot akan menganggarkan untuk membangun satu sisi kekurangannya.

“Jembatan ini digunakan untuk kendaraan bermotor roda dua dan kendaraan tidak bermotor. Mobil tidak boleh lewat sini. Mudah-mudahan sebelum saya selesai sudah jadi jembatannya,” papar Rudy.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Endah Sitaresmi menambahkan, pembangunan underpass telah rampung 50 persen. Saat ini pekerjaan yang sudah dilakukan meliputi pembuatan rel bendel konstruksi guna memperkuat rem. Kemudian membuat jembatan darurat berupa konstruksi baja di bawah rel dan mengeruk tanah untuk membuat kanal di bawah rel kereta api. 

“Sesuai tahapan itu, proses selanjutnya adalah mengecor lalu fungsional. Rel bendel dan jembatan darurat kebetulan sudah selesai,” jabarnya. (irw/bun/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya