alexametrics
Kamis, 01 Oct 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Pematokan Proyek Tol, Pemkab: Jangan Galau, Lahan Masih Boleh Ditanami

08 Agustus 2020, 11: 40: 25 WIB | editor : Perdana

Patok Tol Solo-Jogja di area persawahan Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, kemarin (7/8).

Patok Tol Solo-Jogja di area persawahan Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, kemarin (7/8). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Proyek Tol Solo-Jogja ditandai pemasangan patok di sejumlah bidang tanah dan menyasar sejumlah desa di sisi timur Klaten. Seperti Desa Kranggan dan Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo. Meski sudah dipatok, Pemkab Klaten meminta pemilik tanah tidak galau. Sebab mereka masih boleh memanfaatkan lahannya sampai proses ganti untung rampung.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten Wahyu Prasetyo menjelaskan, proyek tol yang melintasi kawasan Kota Bersinar mencapai 450-500 hektare. Nah, 60 persen di antaranya merupakan lahan pertanian. 

Lahan pertanian yang terdampak, di antaranya Kecamatan Delanggu, Polanharjo, Karanganom, Ngawen, dan Kebonarum. Warga yang lahannya sudah dipatok, masih bisa memanfaatkannya hingga Desember. Mengingat tahapan yang dilalui hingga proyek dimulai terbilang panjang.

“Ada tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil. Tiap tahapan membutuhkan waktu setidaknya satu bulan. Contohnya tahap perencanaan yang telah dilakukan bulan kemarin. Saat ini masuk tahap persiapan lewat konsultasi publik. Dimulai 4-25 Agustus,” terang Wahyu, kemarin (7/8).

Wahyu menuturkan, warga terdampak yang memiliki lahan persawahan, dipersilakan menanam padi lagi. Dibarengi persiapan dokumen kepemilikan lahan. Sebagai bukti penguat proses ganti untung.

Sementara itu, Sekda Klaten Jaka Sawaldi menyebut pemasangan patok tol masih berlanjut. Dilakukan di 50 desa terdampak yang tersebar di 11 kecamatan. “Patok kuning ada di tengah dan yang merah di kanan-kiri. Patok kuning merupakan poligon-nya atau sumbu. Patok merah kemungkinan masih bisa bergeser, melihat kondisi di lapangan,” jelasnya.

Jaka mengklaim sudah dilaksakan konsultasi publik di sejumlah desa selama tiga hari. Prosesnya berjalan lancar. “Warga terdampak sepenuhnya mendukung proyek startegis nasional (PSN) tersebut,” katanya.

Sebagai informasi, dampak proyek tol mencapai 5.128 bidang, tersebar di Klaten, Boyolali, dan Karanganyar. Khusus Klaten, yang akan dilintasi tol sekitar 4.071 bidang. (ren/fer/ria) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP