alexametrics
Kamis, 01 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Konflik Perebutan Mata Air Cokro, PDAM Solo: Layanan Tak Terganggu

09 Agustus 2020, 01: 05: 05 WIB | editor : Perdana

Pengunjung bermain air di Umbul Cokro, Klaten, saat sebelum pandemi Covid-19.

Pengunjung bermain air di Umbul Cokro, Klaten, saat sebelum pandemi Covid-19. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Meski tengah dirundung konflik perebutan lahan mata air atau Umbul Cokro di Kabupaten Klaten, operasional PDAM Toya Wening Surakarta tidak terganggu.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PDAM Surakarta Bayu Tunggul Pamilih mengungkapkan, perusahaan pelat merah itu tetap melayani kebutuhan masyarakat. Menurut dia, operasional PDAM tidak terlibat secara langsung dengan konflik yang terjadi sejak lama itu.

"Posisinya (kasus) di mana, silakan langsung ke Pak wali (Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo). Yang jelas, operasional tetap berjalan seperti biasa," kata Bayu, kemarin (8/8).

Bayu menyebut saat ini PDAM melayani kurang lebih 58.000 pelanggan, mulai dari rumah tangga hingga niaga. Selain itu, perusahaan ini juga tengah mengembangkan usaha air minum dalam kemasan (AMDK).

"Kita ada banyak golongan pelanggan. Pertama golongan pelanggan sosial, seperti tempat ibadah, panti asuhan, dan lainnya. Lalu rumah tangga, kantor pemerintahan serta pelanggan niaga, seperti hotel dan lain-lain," paparnya.

Setiap hari, lanjut Bayu, debit air dari sumber mata air Cokro Klaten yang digunakan PDAM sebanyak 400 liter per detik. Rata-rata 1 liter digunakan kurang lebih 80 pelanggan. "Jadi sekitar 32.000 pelanggan setiap detik," bebernya. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP