alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Sambut HUT RI, Warga Klaten Ini Pasang 75 Bendera Merah Putih di Rumah

Teruskan Tradisi Ayah,Bendera Tertua 30 Tahun

14 Agustus 2020, 23: 49: 51 WIB | editor : Perdana

Asim menunjukkan puluhan bendera merah putih yang dipasang di depan rumahnya di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.

Asim menunjukkan puluhan bendera merah putih yang dipasang di depan rumahnya di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten. (DOK. PRIBADI)

Share this      

Berawal dari amanah sang ayah, Asim Sulistyo selalu memasang bendera sesuai dengan tahun kemerdekaan Republik Indonesia.  Seperti peringatan HUT Ke-75 RI ini, di rumahnya juga terpasang 75 bendera merah putih.

ANGGA PURENDA, Solo, Radar Solo

SEBUAH rumah sederhana di tengah perkampungan di Dusun Bugel RT 1 RW 16, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, tampak mencolok. Deretan bendera merah putih tampak terpasang rapi dan berkibar diterpa angin di sekitar pagar rumah milik Asim Sulistyo, 51. Dia memang sengaja memasang bendera itu sejak 31 Juli lalu untuk menyambut HUT ke-75 RI. 

Jika dilihat dan dihitung secara teliti lagi keberadaan deretan bendera merah putih itu jumlahnya 75 buah. Terdiri dari dua ukuran, yakni delapan bendera dengan ukuran 180 x 90 centimeter (cm). Jumlah ini menunjukkan bulan ke-8, yakni Agustus. Sebab, selama ini warga Indonesia memperingati HUT RI setiap 17 Agustus.

Ada pula 67 buah bendera merah putih berukuran 90 x 60 cm. Maka, jika dijumlahkan total terdapat 75 bendera sesuai dengan usia kemerdekaan Indonesia pada tahun ini. Seluruh bendera Indonesia dikibarkan selama satu bulan penuh pada Agustus ini oleh Asim.

“Pemasangan bendera merah putih ini sebenarnya untuk menunjukkan semangat nasionalisme bapak (Sumarto) saya saat itu. Seingat saya pada 1995 saat HUT ke-50 RI bapak pernah memasang bendera sebanyak 50 buah di rumah ini juga. Begitu juga pada 1997 saat Indonesia memperingati HUT ke-52 RI juga memasang bendera 52 buah,” ucap Asim yang juga guru seni budaya SMPN 3 Bayat ini.

Pada 1997 sang ayah meninggal, tetapi dia mendapatkan pesan agar bisa melanjutkan tradisi untuk memasang dan mengibarkan bendera yang jumlahnya sesuai dengan HUT RI saat itu. Hal ini yang membuat tradisi mengibarkan bendera merah putih di kediamannya itu terus dilakukan sampai saat ini.

“Tahun lalu saya juga mengibarkan bendera 74 buah. Begitu juga tahun ini ada 75 buah. Jadi setiap tahunnya ada penambahan satu bendera merah putih yang dipasang,” jelasnya.

Bendera yang dikibarkan itu tidak seluruhnya merupakan hasil jahitan dari keluarganya. Tetapi ada pula yang membeli, tanpa menghilangkan pesan yang ingin disampaikan kepada warga lainnya terkait nasionalisme. Mengingat para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.

Apalagi pemasangan bendera dalam jumlah banyak itu bertujuan mengajak generasi penerus bangsa termotivasi selalu memeriahkan HUT RI setiap tahunnya. Menariknya, dari puluhan bendera yang terpasang di depan rumahnya, terdapat bendera tertua yang sudah berusia sekitar 30 tahun dan warnanya sudah mulai memudar. Selama ini, Asim menyimpan puluhan bendera itu dengan dilipat sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam lemari.

“Saat memasang bendera merah putih dalam jumlah banyak ini para tetangga juga menanyakan. Biasanya saya minta untuk menghitung terlebih dahulu. Tapi lama-lama tetangga juga mengetahui maksud dan tujuan saya,” ucap Asim

Pemasangan bendera merah putih yang jumlahnya sesuai dengan usia HUT RI ini merupakan cara Asim memaknai kemerdekaan RI. Dirinya berharap generasi muda dapat memaknai kemerdekaan RI. Jangan sampai ada yang beranggapan tidak ada artinya dalam memasang bendera merah putih tersebut.

“Kemarin sore ada tokoh pemuda yang juga memasang umbul-umbul. Dia bilang tidak mau kalah dengan Pak Asim. Wilayah lainnya juga mulai memeriahkan HUT ke-75 RI dengan memasang bendera,” ucapnya

Diakui dia, dalam menyosong peringatan HUT ke-75 RI kali ini terasa berbeda karena di tengah pandemi Covid-19. Jika biasanya dimeriahkan dengan berbagai perlombaan hingga karnaval di kampungnya, tapi kali ini ditiadakan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, hal itu tidak menyurutkan dia untuk terus memasang bendera merah putih sesuai dengan usia HUT RI. (*/bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP