alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle

Tangkal Potensi Penyakit Musiman

23 Agustus 2020, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Tangkal Potensi Penyakit Musiman

SELAIN menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, masyarakat diimbau tidak lengah dengan potensi penyakit di musim pancaroba. Alias transisi dari musim penghujan ke musim kemarau.

Penyakit pertama yang paling lazim adalah flu. Kerap menyereng ketika daya tahan tubuh menurun. Gejalanya antara lain demam, batuk, pilek, dan sakit kepala. “Penyakit ini bisa menyerang semua orang yang berimunitas tidak baik. Pencegahannya dapat mengonsumsi vitamin C, memperbanyak minum air mineral, dan istirahat cukup,” beber dokter umum Hanifiya Samha Wardhani, akhir pekan kemarin.

Berikutnya diare. Penyakit ini sering ditemukan menyerang anak-anak maupun balita di musim pancaroba. Penyebab diare biasanya muncul dari makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan yakni dengan memberikan minum air kelapa, banyak konsumsi air mineral, oralit. Untuk menu makanan diusahakan berbahan lunak, tinggi protein dan rendah serat. Hindari makanan yang sulit dicerna saat diare. 

Mencegah penularan, Hanifiya berpesan agar masyarakat rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga kebersihan kuku.

Potensi penyakit saat pancaroba lainnya adalah tifus. Penyakit ini disebabkan mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Tifus ditandai suhu tubuh 39-40 derajat celcius. Pasien merasa pusing, sembelit, diare, muntah, serta lemas.

Biasanya, satu dari sepuluh pasien tifus akan mengalami komplikasi di minggu ketiga setelah terinfeksi. Komplikasi berupa pendarahan, sesak napas, kulit pucat, detak jantung tidak teratur, hingga muntah darah.

Mereka yang mengalami gejala tifus disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan atau dokter terdekat. Dokter akan meresepkan antibiotik dan harus dikonsumsi hingga sembuh.

“Antisipasi tifus bisa dilakukan dengan menjaga pola makan, mengonsumsi menu bergizi seimbang, banyak minum air mineral, serta cukup istirahat,” ucap dokter berkerudung ini. 

Terpisah, dosen Fakultas Kedokteran UNS Muchtar Hanafi menerangkan, penyakin lain saat pancaroba yakni demam berdarah. Kondisi lembab atau hangat bisa mempercepat menetasnya telur nyamuk aedes aegypti.

Anak-anak lebih rentan terserang penyakit di musim pancaroba karena sistem kekebalan tubuh belum sempurna. Begitu lanjut usia karena kekebalannya melemah. (ryn/wa)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia