alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Ridwan Kamil Mulai Rangkaian sebagai Relawan Uji Klinis Vaksin Covid

02 September 2020, 15: 32: 13 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi istri Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menjalani rangkaian sebagai relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Garuda.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi istri Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menjalani rangkaian sebagai relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Garuda.

Share this      

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil telah memulai rangkaian sebagai relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung sejak Selasa (25/8) lalu.

Proses uji klinis vaksin Sinovac oleh BUMN Bio Farma dan FK Unpad ini berlangsung dalam lima tahap atau kunjungan selama kurang lebih enam bulan. Di kunjungan pertama (V0), Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar Ade Adhyaksa mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan. Mereka semua memang turut menjadi relawan uji klinis fase 3.

Para relawan tersebut menjalani swab test metode Polymerase Chain Reaction (PCR) serta pengecekan tinggi badan, berat badan, riwayat kesehatan, dan kondisi tubuh lain khususnya dada. Kemudian, Kang Emil dan rombongan juga mendapat penjelasan terkait risiko uji klinis hingga menandatangani perjanjian sukarela sebagai relawan.

“Saya hari ini bersama kapolda Jawa Barat, pangdam III/Siliwangi, kajati Jawa Barat, termasuk istri saya (yang mengantar), hadir di Puskesmas Garuda di Kota Bandung sebagai salah satu tempat pengetesan tes vaksin Covid-19. Puskesmas ini dari sekian tempat yang resmi digunakan untuk pengetesan,” kata Kang Emil.

Dalam kunjungan kedua (V1) dan ketiga (V2) uji klinis vaksin Covid-19, suntikan yang diberikan kepada masing-masing relawan dipilih secara acak antara vaksin dan plasebo (vaksin palsu) berisi air. 

“Nanti dibandingkan, akan dilihat (antara) yang diberi vaksin dengan yang tidak (plasebo) secara acak apakah hasilnya betul-betul jomplang,” tutur Kang Emil.

Kang Emil menambahkan, jika uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac ini berhasil, maka vaksin yang akan diproduksi dalam negeri atau diproduksi sendiri oleh Bio Farma yang berkantor pusat di Kota Bandung ini memiliki keuntungan soal harga.

“(Jika lancar), maka bulan Januari (2021) produksi di Bio Farma akan dilakukan sehingga secepatnya akan diberikan kepada masyarakat Indonesia,” ujar Kang Emil.

Selain itu, Kang Emil berharap, keterlibatan dirinya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar sebagai relawan bisa memberikan ketenangan dan keyakinan kepada masyarakat. Serta untuk menghindari berbagai informasi bohong atau hoaks terkait vaksin Covid-19.

“Kami bersama masyarakat. Kami pilih tempat pengetesannya di puskesmas. Jadi, tadi dalam satu ruangan ada delapan orang, empatnya adalah kami (Forkopimda Jabar) dan empatnya lagi warga biasa. Mudah-mudahan dengan kami ikut, masyarakat tenang bahwa vaksin ini akan hadir,” kata Kang Emil.

“Tolong percaya dan yakin bahwa ini proses yang paling baik dan Insyaallah paling murah dibanding proses lain, karena (vaksin) akan diproduksi oleh industri yang ada di Jawa Barat sendiri. Mohon doanya dari masyarakat agar kami tetap sehat untuk melayani masyarakat dalam situasi pandemi ini,” ucapnya.

Setelah dimulainya rangkaian sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19,  gubernur dan Forkompimda Jabar lain akan tetap beraktivitas seperti biasa. Dan tetap memperhatikan protokol kesehatan 3 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mecuci tangan dengan sabun.

“Setelah ini kami akan tetap melakukan kegiatan seperti biasa, tidak ada perubahan. Tetap jaga jarak, pakai masker, rajin mencuci tangan. Hanya nanti dalam prosesnya kalau ada gejala-gejala (setelah mengikuti uji klinis), kami diminta segera melapor,” tutur Kang Emil.

Untuk diketahui, terdapat lebih dari 2.000 orang yang mendaftar menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac. Dari jumlah tersebut, dipilih 1.620 orang yang memenuhi kriteria, salah satunya tidak memiliki penyakit bawaan.

Dari dua fase uji klinis sebelumnya di negara asalnya, vaksin Sinovac tidak memberikan efek samping. Hal itu menjadi optimisme tim uji klinis dari Bio Farma dan FK Unpad bahwa proses uji klinis terhadap vaksin Sinovac akan berjalan lancar. (*/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia