alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Melihat Koleksi Syal Klub di Titik 0 Pasoepati, Kok Tak Ada Syal PSIM?

03 September 2020, 20: 20: 20 WIB | editor : Perdana

Syal Persebaya Surabaya koleksi Museum Titik 0 Pasoepati.

Syal Persebaya Surabaya koleksi Museum Titik 0 Pasoepati. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Museum Titik 0 Pasoepati di daerah Nusukan, Banjarsari, Kota Solo menyimpan banyak kisah menarik berbau sepak bola. Karena memang barang yang tersimpan di tempat tersebut milik beberapa tokoh hingga komunitas yang berkecimpung di dunia sepak bola.

Salah satu sudut menarik adalah deretan syal klub-klub lokal, seperti milik Persebaya Surabaya yang didominasi warna hijau. Tercetak besar dengan kalimat Green Force Kami Haus Gol Kamu, dengan tambahan tulisan kecil Jawa Pos. 

Sang empu pemilik museum tersebut, Mayor Haristanto mengakui, syal itu diberikan langsung oleh salah satu anggota Bonek.

"Diberi Bonek buat kenang-kenangan pas mereka main ke Solo Maret 2000. Itu syal yang dibuat saat Persebaya tur ke Jakarta tahun 1980-an katanya. Kala itu, ribuan massa Bonek ngluruk ke ibu kota," ujar Mayor kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Saat itu, tur memang diprakarsai oleh Jawa Pos. Mayor mengakui, saat itu Dahlan Iskan selaku bos Jawa Pos yang juga manajer Persebaya membuat tur resmi ke Jakarta. Salah satu merchandise yang ikut dijual adalah syal tersebut. 

"Jadi sebelum bosnya Persebaya saat ini, yakni Pak Azrul Ananda totalitas mendukung Persebaya, dulu bapaknya yakni Pak Dahlan sudah lebih dulu gila bola dengan mendukung Persebaya. Jadi menurun totalitas dan fanatismenya ke Pak Azrul," papar Mayor. 

Dia mengakui, syal koleksinya ternyata sempat ditawar oleh seorang kolektor. "Sempat ada yang nawar Rp 2 juta,  tapi nggak mau tak lepas. Itu suporter dari Persebaya juga.  Sejarahnya besar syal ini bukan buat saya saja, tapi buat persepakbolaan Indonesia. Khususnya di dunia suporter," ujarnya. 

Di museum ini banyak syal dari komunitas suporter lainnya.  Seperti dari suporter PSS Sleman, Persija Jakarta sampai PSPS Pekanbaru.  Sayang, tak ada syal ataupun merchandise berbau PSIM di museum ini. 

"Sebenarnya bukan nggak mau majang,  tapi karena memang belum ada yang sempat ngasih.  Saya bukannya nggak suka, tapi memang belum ada yang ngasih aja.  Karena semua koleksi di sini adalah hasil tukeran dengan suporter atau dikasihi oleh pemainnya langsung. Kalau ada, pasti tetap akan saya pajang," ujarnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia