alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
Di Balik Layar Pemenang Video Ronda Wengi

3 Hari Ciptakan Lagu Orisinil hingga Rela Nyebur ke Kolam Dini Hari

10 September 2020, 20: 16: 06 WIB | editor : Perdana

Kelompok ronda wengi Kentong Timur berhasil meraih juara I.

Kelompok ronda wengi Kentong Timur berhasil meraih juara I. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

Kegiatan masyarakat, seperti siskamling atau ronda wengi terbukti tak hanya mampu menjaga keamanan lingkungan serta mengeratkan rasa kebersamaan warga. Bahkan, dari kumpul-kumpul di poskamling ini bisa muncul ide-ide kreatif dan menguntungkan. Seperti para pemenang kompetisi video Instagram Ronda Wengi Bersama Intra Jahe Wangi yang telah membuktikan diri dengan karya-karya kreatif mereka. Mereka pun punya cerita seru dan lucu di balik layar pembuatan video ronda wengi.

SYAHAAMAH FIKRIA, Solo

MALAM itu, Selasa (25/8), kelompok ronda wengi Kentong Timur menggelar nonton bareng live YouTube pengumuman pemenang Ronda Wengi Bersama Intra Jahe Wangi di channel Radar Solo TV. Begitu juara III diumumkan dan bukan nama kelompok mereka yang disebut, para anggota Kentong Timur pun sudah pasrah. Mereka pun sudah saling menyemangati jika tidak menang tak apa-apa.

Baca juga: Camat di Perbatasan Negara Punya Tugas & Tantangan Lebih Berat

Proses pembuatan video ronda wengi kelompok Makmur 5.

Proses pembuatan video ronda wengi kelompok Makmur 5. (MAKMUR 5 FOR RADAR SOLO)

“Ya memang sempat hopeless. Tapi memang dari awal kami tak sekadar menargetkan jadi juara. Kami ingin menunjukkan kegiatan ronda wengi di kampung kami. Karena memang tiap malam kami rutin ronda,” ujar Nicholauda Januar Nugroho, warga Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Meski tetap melanjutkan acara nobar, tapi Kentong Timur sudah tak kepikiran lagi soal juara. Namun, kepasrahan itu seketika menjadi kebahagiaan tak terkira, begitu video mereka yang diputar saat tim juri mengumumkan juara I.

Ya, Kentong Timur memang telah maksimal dalam menyiapkan dan membuat video ronda wengi. Mulai dari kostum, personel, adegan drum band dan atributnya, protokol kesehatan, dan lain-lain. Mereka benar-benar menunjukkan enjoy-nya kegiatan ronda wengi, dengan semboyan ‘Turuo Tak Rondani’.

Bahkan, diakui Nicho, kegiatan ronda wengi di Timuran itu memang selalu rutin dilakukan tiap malam dan dengan cara yang enjoy. Tanpa ada kompetisi pun, warga kompak berkeliling ronda sambil berjoged memainkan musik sederhana.

“Kami tiap malam ya memang rutin ronda dan joged-joged biar seru. Untuk iringan musik, biasanya ada yang memanfaatkan panci bekas, galon, dan lain-lain. Nah, saat akan mengikuti kompetisi kemarin, kami juga sengaja menciptakan lagu orisinil,” ujar Nicho yang juga menjabat sekretaris RT itu. 

Totalitas itu juga ditunjukkan kelompok The Naighbor asal Sleman yang meraih juara III. Video dengan jalan cerita unik dan lucu membuat penonton tak akan tahan menahan tawa. Di mana video dimulai dengan adegan seorang pencuri yang mengendap-endap hendak mencuri. Dalam keadaan mencuri pun, ternyata si maling tetap memperhatikan protokol kesehatan. Barang-barang yang akan dia gondol terlebih dahulu disemprot disinfektan.

Namun, belum sempat mengambil barang, perut si maling mules dan akhirnya buang air besar (BAB) di toilet si empunya rumah. Di saat bersamaan pemilik rumah juga hendak BAB. Malang, akhirnya maling pun terciduk di dalam toilet. Aksi kejar-kejaran nan dramatis pun terjadi antara maling dengan pemilik rumah dan warga yang tengah ronda. Hingga akhirnya si maling tercebur ke kolam. Si maling yang malang pun dikeriki warga dan diberi minuman Intra Jahe Wangi agar merasa hangat.

“Idenya memang kami gali terus. Kebetulan sempat melihat video-video peserta lain yang sudah di-upload di Ig. Jadi kami mencoba ide-ide unik yang belum ada,” papar Alan Yusan Navian dari The Naihgbor.

Soal adegan lari-larian nan dramatis hingga mencebur ke kolam, kata Alan, benar-benar dilakukan malam hingga dini hari. Protokol kesehatan mengenakan masker ternyata juga menjadi rahasia keberhasilan akting para pemain. Sebab, masker itu bisa menutupi mulut mereka yang berusaha menahan tawa saat berakting lucu-lucuan.

“Saat adegan lari-larian yang lucu itu, sebenarnya kami juga menahan tawa banget. Untung pakai masker. Coba kalau tidak, kami sudah tertawa-tertawa terus. Adegan malah nggak selesai-selesai jadinya,” papar dia.

Dengan kemenangan tersebut, The Neighbor pun sangat bersyukur. Mereka pun juga bisa membuktikan jika dari pos ronda bisa muncul ide-ide kreatif. Serta kekompakan warga yang tak hanya soal menjaga keamanan lingkungan, tapi juga dalam memproduksi suatu karya.

Semangat sama ditunjukkan kelompok Makmur 5 asal Kampung Demak Timur 5, Surabaya, yang meraih juara II. Betapa tidak, demi mengikuti kompetisi Ronda Wengi Bersama Intra Jahe Wangi, mereka sampai menciptakan lagu khusus bertema Intra Jahe Wangi. Warga pun harus latihan untuk menghapal lirik lagu tersebut sebelum produksi video.

Seorang yang sangat bersemangat menjadi penggerak warga adalah Aris Dwi Santoso, yang sekaligus menjabat ketua RT di Kampung Demak Timur 5. Dikatakan Aris, begitu mengetahui ada kompetisi Ronda Wengi Bersma Intra Jahe Wangi, dia mengajak warga yang kebetulan beberapa adalah seniman untuk berdiskusi. Hingga akhirnya mereka menciptakan lagu yang menarik dan orisinil. Selama beberapa hari Aris bersama warga lain menciptakan lagu dan menghapalkan.

“Kami memang ingin menciptakan lagu yang orisinil. Ciptaan kami sendiri. Untuk konsep lain, kami tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengangkat pesan moral, keguyuban warga,” ujar Aris.

Malam itu, saat Jawa Pos Radar Solo melakukan video call Makmur 5, memang tampak warga yang berkumpul di pos ronda usai menyaksikan nobar pengumuman pemenang Ronda Wengi Bersama Intra Jahe Wangi. Saat didapuk untuk menyanyikan lagu Intra Jahe Wangi ciptaan mereka, ternyata warga pun masih bisa dan hapal. Bahkan, anak-anak di sana yang tidak ikut kompetisi pun ikut hapal lagu tersebut. (ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news