alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Menanti Tangan Dingin Coach Salahudin, Anggap Saja Ini Sebuah Perang

13 September 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : Perdana

TEGAS: Coach Salahudin (kanan) memberikan instruksi pola permainan ke pada para pemain Persis Solo di sesi latihan sebelum pandemi Covid-19.

TEGAS: Coach Salahudin (kanan) memberikan instruksi pola permainan ke pada para pemain Persis Solo di sesi latihan sebelum pandemi Covid-19. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

PERSIS Solo pernah ada di fase, kesulitan uang. Persis juga sempat ada di fase, pembentukan tim baru dimulai seminggu sebelum kickoff. 

Teka-teki kapan pembentukan tim Persis di Liga 2 2020, masih jadi pergunjingan. Semua pihak tentu tak mau melihat Persis harus mulai mengumpulkan pemain seminggu sebelum kompetisi digelar.

Atau malah langsung berkumpul di Cilacap, yang jadi lokasi tuan rumah grup B Liga 2 musim ini. kompetisi kasta kedua yang di-restart akan dimulai 17 Oktober mendatang. Head coach Laskar Sambernyawa Salahudin tentu punya tugas berat. Apapun nanti situasi yang terjadi, khususnya soal pembentukan tim.

“Apapun situasinya tetap harus dijalani. Saya mencari pemain bermental baja untuk bisa berjuang bersama. Bagaimanapun di kompetisi nanti kita akan membawa nama besar Kota Solo, dan harus kita junjung sekuat  mungkin di lapangan demi sebuah kemenangan,” tegas Coach Salahudin.

Ini jadi kesempatan kedua memang buat Salahudin. Dia datang ke Kota Bengawan di akhir kompetisi. Datang di akhir babak penyisihan, dia gagal membawa Persis lolos ke fase selanjutnya. Setidaknya kemenangan atas PSIM Jogja di markasnya, sudah membuat manajemen yakin untuk mempertahankannya. Ini lantaran mental juang Persis, terbilang tahan banting. Salah satunya karena motivasi dia dan rekan-rekan tim pelatih lainnya yang dipertahankan.

“Siapa pun lawannya nanti, kita sendiri yang menentukan langkah. Siapa pun lawannya harus siap. Tak perlu takut sebelum  berperang,” tegasnya.

Persis sendiri masuk di grup B, bersaing dengan  PSCS Cilacap, Kalteng Putra, PSKC Cimahi, Persiba Balikpapan, Putra Sinar Giri dan PS Hizbul Wathan. 

Rapor Salahudin yang sempat membawa tim Persepar Palangkaraya juara Divisi II 2006/2007, dilanjutkan membawa PS Barito Putera, juara Divisi II 2008/2009 dan juara Divisi Utama 2011/2012 tentu berharap bisa dibuatnya di Persis musim ini. 

Tangan dingin Salahudin memang tak perlu diragukan lagi. Dia sempat membawa tim Perssu Sumenep, jadi juara 3 Indonesia Soccer Championship B 2016. Bahkan tim Madura FC juga sempat dibawanya hingga ke babak 8 besar Liga 2 2018.

Salahudin mengakui, dia dan tim kepelatihan tidak bisa berjuang sendirian. Semua elemen tentu harus kompak. Khususnya pemain di lapangan. Pemberi emas SEA Games 1991 tersebut mengakui ada tiga kata yang perlu dijalankan beriringan. Yakni niat, ilmu dan sukses. 

“Sesuatu dimulai dari niat.  Tidak akan sempurna ilmu, tanpa ada niat. Tidak bisa jadi sukses juga, tanpa ada keseriusan niat, dan ketekunan mencari ilmu. Jangan berpuas diri juga. Banyak orang sukses, jatuhnya karena sudah sombong, dan tidak konsisten. Persaingan setiap waktu akan berat dilalui. Ketika kita menyerah, ada tiga ratus orang yang siap mengganti posisimu,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia