alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Mengulang Pelanggaran Protokol Kesehatan, Siap-Siap Sanksi Lebih Berat

14 September 2020, 11: 44: 05 WIB | editor : Perdana

Para pelanggar protokol kesehatan di Solo mendapat sanksi membersihkan sungai, beberapa waktu lalu.

Para pelanggar protokol kesehatan di Solo mendapat sanksi membersihkan sungai, beberapa waktu lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sudah banyak pelanggar protokol kesehatan di Kota Solo yang merasakan sanksi sosial. Bila mereka melanggar kembali, maka siap-siap saja bakal menerima hukuman akumulasi membersihkan sungai kotor di Kota Bengawan.

Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan mengungkapkan, pemkot bakal lebih tegas menindak pelanggar protokol kesehatan. Hal ini mengacu Perwali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Surakarta. 

“Sosialisasi sudah jauh-jauh hari, tinggal penerapan dan penindakan saja. Dan ini sudah kami mulai Jumat lalu (11/9),” ujarnya.

Pada Jumat (11/9) lalu, sudah ada 41 warga menjalani sanksi sosial membersihkan sungai. Sebab, mereka kedapatan tidak memakai masker saat berkendara dan nongkrong di tempat umum. Berkas pendataan dan surat pernyataan dari para pelanggar akan menjadi acuan satpol PP dalam melakukan penindakan selanjutnya. Bila sebelumnya hukuman bagi pelanggar membersihkan sungai 15 menit. Maka bila mereka terkena razia lagi, maka hukumannya akan diperberat.

“Nanti kami terapkan sanksi akumulatif. Kalau kedapatan dulu pernah melanggar dan kembali melanggar untuk kali kedua, maka durasi membersihkan sungai menjadi 30 menit. Begitu seterusnya jika masih melanggar lagi,” tegas Arif.

Pihaknya tak main-main dalam penerapan sanksi sosial. Pemkot akan tetap menggandeng TNI-Polri dalam setiap razia. Ke depan, razia diperluas ke pusat-pusat keramaian, seperti mal, pasar tradisional, taman kota, dan ruang publik lainnya. 

“TNI/Polri juga terlibat karena menurut Inpres 6/2020 mereka diinstruksikan untuk mengawal disiplin protokol kesehatan. Bagi pelanggar anak-anak, yang harus menjalani hukuman adalah orang tuanya. Adapun pelanggar lansia kami beri dispensasi dengan membuat surat pernyataan dan kami pulangkan (seandainya terjaring di tempat umum, Red),” jelas dia.

Di sisi lain, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo bakal memperketat pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan di berbagai sektor. Termasuk sektor perdagangan, baik di pasar modern atau pasar tradisional. 

“Semua harus saling mengingatkan dan gotong royong dalam menerapkan protokol kesehatan demi mencegah perkembangan Covid-19,” kata dia. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia