alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Lalai Bakar Sampah, Gudang Daur Ulang Plastik di Baki Terbakar

14 September 2020, 14: 56: 09 WIB | editor : Perdana

Kobaran api yang membakar gudang pabrik daur ulang plastik di Desa Waru, Kecamatan Baki.

Kobaran api yang membakar gudang pabrik daur ulang plastik di Desa Waru, Kecamatan Baki. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Kebakaran kembali terjadi di wilayah Sukoharjo. Kali ini, gudang daur ulang plastik di Desa Waru, Kecamatan Baki terbakar. Dalam dua hari terakhir ini, setidaknya sudah terjadi tiga kali kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian saat membakar sampah.

Kebakaran di gudang rosok milik pabrik daur ulang plastik di Desa Waru, Kecamatan Baki terjadi pada Senin (14/9) pukul 00.30. Api begitu cepat membesar karena angin bertiup kencang.

"Laporan kita terima sekitar pukul 01.00. Penyebab kebakaran karena ada yang membakar sampah," kata Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono.

Dari pembakaran sampah itu, api lalu merembet hingga ke gudang rongsok. Setidaknya lima unit armada dikerahkan ke lokasi kejadian untuk proses pemadaman. Sekitar dua jam, api berhasil dijinakkan oleh petugas dibantu warga sekitar.

"Dari Sukoharjo kita kerahkan empat armada, dibantu dari PMK (pemadam kebakaran) Solo satu armada," kata Margono.

Diketahui, pabrik daur ulang plastik tersebut milik Sri Hastuti. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Meski hanya 20 persen lokasi yang terbakar, namun kerugian mencapai Rp 100-an juta.

"Objek yang terbakar sekitar 20 persen, sisanya aman," ucap dia.

Sebelumnya, kebakaran melanda dua lokasi di Sukoharjo sepanjang Minggu (13/9) pagi hingga siang. Kejadian kebakaran pertama menimpa kandang ternak berisi jerami milik Sukarman, 50, warga Gronong RT 3 RW 5, Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo kota. Lokasi kejadian yang dekat dengan permukiman membuat warga setempat panik.

"Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00," kata Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono melalui Kepala Seksi Operasi dan Investigasi Maryanto, Minggu (13/9).

Kejadian bermula ketika pemilik rumah membersihkan kandang, kemudian membakar sampah. Namun, usai membakar sampah, api belum mati sudah ditinggal pergi. Angin yang begitu kencang, membuat api merembet ke kandang yang berisi jerami dan tumpukan kayu hingga menimbulkan kebakaran.

Kemudian, sekitar pukul 11.00, ada lagi kebakaran di Puntuk Rejo RT 2 RW 1, Desa Janglengan, Kecamatan Nguter. Kebakaran melanda lahan kosong di belakang permukiman warga. Lahan yang kering, membuat api dengan cepat membesar. Angin bertiup kencang, sehingga warga khawatir api dapat merembet ke pemukiman warga.

Pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung menerjunkan dua unit truk pemadam kebakaran. Api dapat dikuasai sekitar pukul 12.30.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Luas area yang terbakar diperkirakan 1 hektare," papar Maryanto. (kwl/ria)


(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia