alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pemanfaatan Sumber Seropan Belum Optimal

14 September 2020, 19: 24: 16 WIB | editor : Perdana

CARI SOLUSI KEKERINGAN: Rombongan komisi D DPRD Jateng tinjau

CARI SOLUSI KEKERINGAN: Rombongan komisi D DPRD Jateng tinjau

Share this      

WONOGIRI – Solusi permanen kekeringan di sejumlah wilayah Kota Sukses butuh keterlibatan Pemprov Jateng dan Pemkab Wonogiri. Di antaranya pendanaan untuk distribusi air dari sumber Seropan, Gunungkidul, Jogjakarta. 

Demikian diungkapkan Wakil Ketua KOmisi D DPRD Jateng Hadi Santoso saat meninjau sumber air setempat bersama rombongan, kemarin (14/9). 

"Dahulu, permasalahan air bersih di Wonogiri karena tidak ada sumber mata air. Saat ini, sudah ada Sumber Seropan, Sumber Waru dan juga Banyutowo. Tinggal bagaimana dana dikucurkan dan untuk teknologinya. Pemprov Jateng harus ikut andil," bebernya. 

Mengacu data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, sumber air Seropan memiliki debit 750 liter per detik. Tapi, yang dimanfaatkan warga hanya 260 liter per detik, sedangkan yang dinikmati warga Kota Sukses baru 50 liter air per detik.

Menurut politisi asal Desa Ngancar. Giriwoyo, Wonogiri itu, meskipun posisi sumber air Seropan terletak di Gunungkidul, tapi bisa ikut dinikmati warga Kota Sukses karena sudah ada perjanjian kerja sama pemanfaatan air bersih.

"BBWS Serayu Opak sudah mengizinkan. Saat ini pun (sumber air Seropan) sudah dimanfaatkan warga Pracimantoro. Tapi agar optimal butuh intervensi dari pemprov maupun pemkab,” terang anggota Fraksi PKS ini.

Ditambahkan Hadi, air dari sumber Seropan sudah dimanfaatkan 16.656 jiwa. Tersebar di Desa Joho, Glinggang, Gebangharjo, Gedong, Watangrejo, Gambirmanis dan Petir, Kecamatan Pracimantoro, sedangkan warga kecamatan setempat yang belum teraliri air bersih mencapai 9.713 jiwa.

"Angka kehilangan air hingga 20 persen. Penyebabnya, optimalisasi pompa dan perpipaan dan sambungan rumah belum merata. Untuk semua itu butuh dana cukup besar,” jelasnya.

Solusinya, Pemprov Jateng dan Pemkab Wonogiri bisa bekerja sama mengoptimalkan pemanfaatan air sumber Seropan. Hadi tak memungkiri, sejak 2014, Pemprov Jateng telah membuat 42 titik sumur dalam di Wonogiri. 

Berlanjut bantuan keuangan senilai Rp 7 miliar pada 2017 kepada pemkab untuk mengatasi kekeringan, membangun 16 embung yang tersebar di Pracimantoro, Giritontro dan Paranggupito, serta pengambilan air Banyutowo.

"Ada dua embung yang dibangun tahun ini. Satu di Paranggupito, lainnya di Giritontro. SPAM Regional Wososukas dan Waduk Pidekso diharapkan mempercepat penyelesaian masalah kekeringan secara permanen," tandasnya.

Sementara itu, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, tahun lalu terdapat delapan kecamatan yang mengalami kekeringan dengan 27.253 jiwa. (al/wa)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia