alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Boyolali Tembus 700 Kasus Covid, Masih Masuk Zona Risiko Tinggi

15 September 2020, 09: 15: 26 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina.

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kasus Covid-19 di Boyolali secara akumulasi sudah menembus 700 orang. Hingga saat ini, klaster Bawaslu Boyolali mencatat jumlah kasus penularan terbanyak dibanding klaster-klaster lain yang muncul di Kota Susu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali Ratri S. Survivalina mengakui, jumah kasus Covid-19 di Boyolali memang masih terus bertambah. Berdasarkan data yang terakhir di-update pada Senin (14/9) siang, kasus Covid-19 secara kumulatif berjumlah 700 kasus.

Lina menyebut, ada 10 klaster terbesar di Boyolali. Klaster Bawaslu yang paling banyak terjadi penularan hingga 103 kasus. “ Dan saat ini, kasus tersebut (klaster Bawaslu) masih berlangsung terus,” kata Lina.

Kemudian, ada klaster petugas lapangan sebanyak 36 kasus dan klaster dari pasien SUG asal Desa Gunung, Kecamatan Simo 33 kasus. 

Dikatakan Lina, saat ini di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Boyolali sudah banyak pasien yang sembuh. RSDC yang menempati rusunawa di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo itu sempat penuh beberapa waktu lalu. Namun, kini tinggal merawat 12 pasien. 

“Sudah banyak yang sembuh. Dari kapasitas 70 tempat tidur, sekarang yang dirawat tinggal 12 saja. Karena pertambahan kasus positif di Boyolali ini mayoritas tidak bergejala atau orang yang sehat, sehingga mereka tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Tetapi cukup melaksanakan isolasi mandiri sesuai pedoman Covid-19 revisi kelima,” jelasnya. 

Lebih lanjut Lina mengungkapkan, screening terhadap pedagang sapi dan pengunjung di Pasar Sapi Ampel dan Pasar Sunggingan yang juga menjadi klaster, telah keluar hasilnya. Hasil screening swab itu semuanya negatif.

“Dengan kondisi di Boyolali saat ini, untuk persentase kesembuhan sebesar 49 persen, sedangkan kematian ada 3 persen,” kata Lina. 

Boyolali juga masih masuk zona risiko tinggi atau zona merah dengan skoring indek kesehatan masyarakat (IKM) Covid-19 1,26. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia