alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Angka Kematian Covid di Jateng Turun, Ganjar: RSUD Harus Tetap Siaga

16 September 2020, 06: 15: 39 WIB | editor : Perdana

Gubernur Ganjar Pranowo dan pejabat pemprov gelar rapat koordinasi di Dinkes Jateng, kemarin (15/9).

Gubernur Ganjar Pranowo dan pejabat pemprov gelar rapat koordinasi di Dinkes Jateng, kemarin (15/9).

Share this      

SEMARANG – Angka kematian atau case fatality rate akibat Covid-19 di Jawa Tengah turun drastis. Dari 6 persen pada periode 30 Agustus-6 September menjadi 2,55 persen pada 6-13 September.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memimpin rapat koordinasi dengan tujuh RSUD Jateng dan rapat koordinasi dengan Menko Maritim dan Ivestasi Luhut Binsar Pandjaitan di Dinas Kesehatan Jateng, kemarin (15/9). Meski turun, Ganjar tetap meminta semua pihak, khususnya rumah sakit untuk kerja ekstra agar angka kematian di Jateng semakin turun dan angka kesembuhan meningkat.

“Hari ini kami mengevaluasi tentang upaya menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan di Jateng. Meskipun angka menunjukkan hasil yang cukup bagus, tapi tetap saja dibutuhkan kerja ekstra,” kata Ganjar.

Selain angka kematian yang menurun drastis, Ganjar juga mengatakan, angka kesembuhan di Jateng meningkat cukup pesat. Saat ini, angka kesembuhan Jateng sudah mencapai 75,12 persen. “Tapi ada beda data dengan pusat, di mana pusat masih mencatat angka kesembuhan Jateng 63,2 persen. Datanya sedikit beda, tapi tidak apa-apa,” jelasnya.

Menurunnya angka kematian dan meningkatnya angka kesembuhan, lanjut Ganjar, tidak terlepas dari peran rumah sakit. Selain itu, kinerja laboratorium juga menjadi penunjang keberhasilan itu.

“Makanya dua unit ini, kami minta bekerja keras. Pertama soal optimalisasi fungsi laboratorium dalam pemenuhan target tes, dan fungsi rumah sakit untuk mengurangi risiko kematian dengan caranya masing-masing,” tambahnya.

Untuk laboratorium, Ganjar mengatakan, semuanya harus optimal, apapun yang terjadi. Maka dalam rapat diputuskan, ada tiga laboratorium yang akan didorong agar lebih optimal, yakni Badan Laboratorium Kesehatan Provinsi Jateng di Semarang, Laboratorium RSUD Dr Moewardi Solo, dan Laboratorium  RSUD Dr Margono Banyumas.

“Tiga lab itu akan kami dorong dan maksimalkan. Kami suplai seluruh peralatannya agar optimal. Tadi diputuskan, akan dibuat tiga shif langsung di tiga lab itu untuk mendorong percepatan tes di Jateng,” urainya.

Terkait rumah sakit, menurut Ganjar, ada beberapa rumah sakit yang memiliki banyak pengalaman dalam rangka meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19. Misalnya RSUD Dr Moewardi, ada beberapa hal teknis yang dilakukan para dokter dan hasilnya bagus.

“Mungkin ini yang berkontribusi pada rate yang cukup bagus di Jateng pada hari ini (kemarin). Makanya saya minta ini diterapkan di rumah sakit lainnya, sambil tetap melakukan review terhadap SOP agar semua tenaga medis kita aman saat bekerja,” tegasnya.

Disinggung terkait kondisi rumah sakit di Jateng dan tempat isolasi, Ganjar menegaskan masih aman. Beberapa rumah sakit masih memiliki ICU dan ruang isolasi yang kosong. “Semuanya masih aman. ICU dan tempat tidur di rumah sakit alhamdulillah sampai saat ini masih terkontrol,” ucap Ganjar.

Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kinerja Jawa Tengah yang berhasil menurunkan angka kematian cukup signifikan pada pekan ini. Menurutnya, langkah itu sudah tepat dan harus dimasifkan agar cepat terkendali.

“Jawa Tengah ini bagus, angka kematiannya turun signifikan. Semarang saya lihat hanya Kota Semarang dan Kudus yang masih tinggi, kalau dua ini ditangani dengan baik, maka Jawa Tengah akan bagus,” kata Luhut.

Dia meminta Ganjar melakukan pengetatan protokol kesehatan, khususnya di Kota Semarang. Dia bahkan meminta TNI/Polri membantu agar kasus di Kota Semarang cepat melandai. “Sesuai arahan presiden, saya minta dalam waktu dua minggu ini, sudah ada hasilnya. Lakukan pengetatan, patroli rutin, dan pembatasan kerumunan. Kalau perlu, kerumunan dibatasi maksimal lima orang,” tegasnya. (bay/bun/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia