alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

PSBB DKI Jakarta Jilid II, Penumpang Bus Solo-Jakarta Turun Drastis

16 September 2020, 06: 39: 25 WIB | editor : Perdana

Kondisi Terminal Tipe A Tirtonadi Solo sepi.

Kondisi Terminal Tipe A Tirtonadi Solo sepi. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta berdampak pada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo. Jumlah penumpang bus menuju Ibu Kota turun drastis. Otomatis ini berdampak pada armada menuju Jakarta dan sekitarnya ikut berkurang.

“Dampak PSBB di Jakarta mulai dirasakan pengusaha bus di Terminal Tirtonadi. Kami lihat bus masuk dan keluar tujuan Jabodetabek turun,” terang Komandan Regu Bravo Terminal Tirtonadi Sriyono.

Sebelum Pemprov DKI Jakarta memberlakukan PSBB, rata-rata ada delapan armada AKAP berangkat dari Terminal Tirtonadi dengan tujuan Jabodetabek setiap pagi. Setelah penerapan PSBB, Senin (14/9) dan Selasa (15/9) kemarin, hanya enam bus yang berangkat. 

“Kondisi yang sama juga terjadi pada bus yang datang dari Jakarta ke Wonogiri yang melintasi Solo. Kami tidak bisa berbuat banyak," kata dia.

Dengan kondisi ini, diperkirakan jumlah armada yang berangkat dan datang juga kian menyusut. Sebagai gambaran, pada hari biasa ada 52 armada yang datang dari Jakarta ke Solo per harinya. Namun, kini jumlah bus berkurang drastis. “Sebetulnya mulai terlihat sebelum PSBB dimulai. Beberapa waktu sebelum penerapan PSBB jilid II ini, bus AKAP tujuan Jakarta ada 36 armada keberangkatan dari Solo. Setelah PSBB makin turun,” papar Sriyono.

Sejalan dengan turunnya jumlah armada, jumlah penumpang di terminal pun mengalami penurunan. Dari pantauan, jumlah penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi pada pagi hari pertama penerapan PSBB tidak sampai belasan orang. 

“PSBB di Jakarta juga disiasati oleh perusahaan otobus (PO) dengan mengurangi jumlah armada yang dioperasikan. Jika biasanya rata-rata setiap PO menjalankan lima armada, saat ini dua armada saja,” jelas dia.

Turunnya penumpang ini melengkapi data penurunan penumpang semenjak Covid-19 mulai mewabah. Sebelum pandemi rata-rata ada 1.400 armada yang keluar masuk terminal dalam sehari dengan berbagai jurusan. Jumlah penumpang mencapai 12 ribu-15 ribu orang. Sejak pandemi, armada maupun penumpang turun tajam. 

“Terjadi penurunan signifikan. Saat pandemi rata-rata hanya 400 armada bus yang keluar masuk terminal dalam sehari,” kata Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia