alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Temuan 20 Benda Diduga Cagar Budaya Akan Dikaji, Ada yang Diduga Candi

16 September 2020, 06: 50: 14 WIB | editor : Perdana

Penemuan arca di Pulosari, Kebakkaramat, diduga merupakan salah satu bangunan candi.

Penemuan arca di Pulosari, Kebakkaramat, diduga merupakan salah satu bangunan candi. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Upaya Pemkab Karanganyar menguak benda-benda yang diduga cagar budaya di beberapa lokasi tidak main-main. Salah satunya membentuk tim ahli cagar budaya (TACB). Tim ini yang bertugas menelusuri jejak benda-benda kuno di wilayah Bumi Intanpari. 

Agar hasilnya valid dan legalitas terjamin, tim ini melibatkan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Tim akan mengkaji, apakah benda-benda temuan tersebut masuk kategori cagar budaya atau bukan.  

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disidkbud) Karanganyar Sawaldi mengatakan, TACB Karanganyar bersama masyarakat sebelumnya telah melakukan penelitian dan melihat langsung benda-benda yang diduga sebagai cagar budaya di beberapa lokasi. Rencananya, pada 17 September, benda-benda ini akan dikaji bersama BPCB Jawa Tengah. 

“Ada 20 objek cagar budaya yang akan kami kaji bersama tim BPCB. Rencana besok akan kami mulai,” terang Sawaldi.

Diungkapkan Sawaldi, benda-benda yang diduga cagar budaya tersebut selain ditemukan oleh TACB Karanganyar, juga ditemukan oleh sejumlah masyarakat di wilayah sekitar. Beberapa temuan itu di antaranya artefak peninggalan kerajaan, bangunan lama seperti masjid peninggalan pada zaman wali songo, dan beberapa benda lainnya.

Sampai saat ini tim memang baru mengetahui cerita asal-usul sejumlah benda yang diduga cagar budaya itu dari warga sekitar. Karena itu, cerita dari masyarakat sekitar ini masih harus diperkuat dengan kajian dari BPCB.

“Ceritanya ada yang berkaitan, ada juga yang mempunyai cerita sendiri. Untuk membuktikan ini kan perlu penelitian lebih lanjut dari lembaga yang berwenang (BPCB)” teranganya.

Di sisi lain, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, pembentukan TACB Kabupaten Karanganyar ini dilakukan agar bisa memberikan informasi detail terhadap sejumlah benda-benda itu. Apakah termasuk cagar budaya atau tidak.

“Banyak barang-barang bersejarah yang tampaknya masuk kategori cagar budaya. Bangunan-bangunan peninggalan bersejarah juga masih banyak. Maka dari itu, tolong itu semua dicek dan kalau bisa diketahuai ceritanya seperti apa,” kata  bupati. (rud/bun/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia