alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

1 Jam Operasi Yustisi, Ratusan Warga Terjaring Tak Pakai Masker

16 September 2020, 11: 23: 19 WIB | editor : Perdana

Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dihukum push-up saat razia di depan kantor Kecamatan Ampel, Boyolali, kemarin (15/9).

Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dihukum push-up saat razia di depan kantor Kecamatan Ampel, Boyolali, kemarin (15/9). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan di daerah terbilang rendah. Buktinya, ditemui banyak pelanggar yang tidak mengenakan masker saat Operasi Yustisi, kemarin (15/9). Sebagai efek jera, pelanggar dihukum membaca teks Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga push-up.

Selain itu, petugas gabungan TNI, Polri, dan satuan polisi pamong praja (satpol PP) juga menyita e-KTP pelanggar aturan. Jumlahnya mencapai belasan e-KTP. 

“Kesadaran masyarakat menaati protokol kesehatan rendah. Hanya satu jam saja, puluhan warga terjaring operasi. Ada yang kami sanksi menghafal Pancasila, ada yang push-up,” kata Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali Tri Joko Mulyono.

Dijadwalkan, Operasi Yustisi berlangsung hingga empat hari ke depan, serentak di 20 kecamatan. “Kalau operasi masker selama empat hari ini tidak maksimal, akan kami evaluasi lagi. Kami akan tingkatkan program Jogo Tonggo,” bebernya.

Tak menutup kemungkinan akan diterpkan sanksi tambahan berupa kerja sosial. Bisa menyapu jalan atau membersihkan selokan. “Giat penegakan protokol kesehatan ini sesuai Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2020.  Selain menegakkan disiplin protokol kesehatan, juga mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Tri Joko.

Camat Ampel Dwi Sundarto mengatakan, pihaknya bakal menginstruksikan seluruh kepala desa (kades) agar memberi pemahaman ke warganya masing-masing. “Memang sebagian warga sudah sadar memakai masker. Namun, sebagian juga masih ada yang belum. Nantinya kami akan melibatkan para kades. Karena mengenakan masker itu wajib dan penting untuk kesehatan,” tandasnya. (wid/fer/ria) 

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia