alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Karanganyar Terapkan Sanksi Denda Rp 20 Ribu, DPRD: Terlalu Ringan

16 September 2020, 11: 39: 37 WIB | editor : Perdana

Pelanggar protokol kesehatan mendapat sanksi push-up pada razia yang digelar tim gabungan satpol PP, TNI, dan unsur lainnya belum lama ini.

Pelanggar protokol kesehatan mendapat sanksi push-up pada razia yang digelar tim gabungan satpol PP, TNI, dan unsur lainnya belum lama ini. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – DPRD Karanganyar mendukung keputusan pemkab menjatuhkan sanksi denda untuk membeli masker bagi mereka yang terjaring razia protokol kesehatan (prokes). Namun, sanksi denda senilai Rp 20 ribu tersebut dinilai terlalu ringan.

Oleh sebab itu, DPRD mendorong pemkab mengevaluasi peraturan bupati tentang sanksi pelanggaraan prokes.

“Saya setuju dengan kebijakan (sanksi) yang direncanakan Pak bupati. Tetapi sanksi (denda) tersebut bisa ditambahkan sanksi sosial membersihkan lingkungan atau lainnya,” ujar Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo.

Ditegaskan Bagus, sanksi denda membeli masker senilai Rp 20 ribu terlalu ringan. Tidak memberikan efek jera. Pelanggar prokes dikhawatirkan dengan mudah memilih membayar denda karena nominalnya ringan.

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani menambahkan, penerapan perbup bagi pelanggar prokes harus dikawal. "Kalau secara subtansi memang itu sudah cukup (pengaturan sanksi). Hanya saja, sosialisasi dan penerapannya di lapangan seperti apa, itu yang harus diperjelas. Kalau itu (denda) membuat jera pelanggar, ya silakan dijalankan," bebernya. 

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan, sosialisasi penerapan prokes selama enam bulan dinilai sudah lebih dari cukup. Karena itu, ketika masih ada pelanggaran, maka sudah selayaknya mendapatkan sanksi.

“Awal Oktober kami terapkan sanksi denda. Mereka yang tidak bermasker, didenda membeli dua masker dengan harga Rp 20 ribu,” jelasnya. (rud/wa/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia