alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Gagal Usung Calon di Pilkada Sragen, PKS Ogah Bebani Kader

16 September 2020, 11: 52: 04 WIB | editor : Perdana

Pertemuan Sukiman -Iriyanto bersama Idris Burhanudin pasca rekomendasi Gerindra, beberapa waktu lalu.

Pertemuan Sukiman -Iriyanto bersama Idris Burhanudin pasca rekomendasi Gerindra, beberapa waktu lalu. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gagal mengusung calon bupati pada Pilkada Sragen 2020. Kondisi ini tidak lepas dari gagal turunya rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS ke pasangan Sukiman-Iriyanto. Namun, kader partai di akar rumput tetap menerima keputusan partai.

Ketua DPD PKS Kabupaten Sragen Idris Burhanudin menyampaikan, DPP PKS tidak merekomendasikan satu pun calon. Dengan demikian, PKS abstain pada Pilkada 2020. Pihaknya menegaskan, DPP PKS punya alasan tersendiri tidak menurunkan rekomendasi ke calon mana pun.

”Kurang tahu alasan DPP, yang jelas kami sudah menyampaikan proses dari daerah. Bisa jadi dari hasil survei DPP yang menjadi pertimbangan, karena seluruh pilkada di Jateng dilakukan survei,” terangnya.

Dalam pelaksanaan Pilkada 2020 ini, salah satu pertimbangannya yakni calon yang maju jangan sampai menjadi beban bagi kader partai di daerah. Pihaknya terpaksa belum bisa menghadirkan calon penantang incumbent.

Idris menepis tudingan bahwa partai memping-pong pasangan Sukiman- Iriyanto. Dia menegaskan sudah maksimal mendukung paslon tersebut. Sebelumnya DPP PKS memang sudah memperingatkan agar persyaratan yang diminta cepat dipenuhi. Sebab, jika persyaratan diberikan pada detik-detik akhir, parpol akan kesulitan mengawal.

Disebutkan, salah satu persyaratan dari PKS yakni rekomendasi dari Partai Gerindra yang sebenarnya sudah ada sejak 28 Juli. Namun, justru baru diserahkan pada last minute atau H-1 pendaftaran, Kamis (3/9). Padahal, saat itu kebijakan sudah diambil alih DPP PKS terkait pengambilan keputusan rekomendasi.

Idris menegaskan, kader dan pengurus struktur partai menerima keputusan DPP PKS untuk tidak merekomendasikan calon. Karena untuk penataan jaringan dan struktur terlalu mepet waktunya.

”Kami khawatirkan jika DPP PKS keluarkan rekomendasi dan yang di bawah tidak bisa maksimal, justru malah menjadi beban kader,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto, Untung Wibowo Sukowati menargetkan 80 persen memilih Yuni-Suroto. Semua harus bergerak karena melawan kotak kosong juga tidak mudah. ”Aturan harus menang 50 persen plus 1 dari yang hadir di TPS, jadi kami memastikan masyarakat datang ke TPS," terangnya. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia