alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Liga 3 Tanpa Penonton, Persika Karanganyar: Ada Bagusnya Juga

16 September 2020, 12: 03: 52 WIB | editor : Perdana

Persika Karanganyar saat beruji coba dengan Universitas Semarang (USM) di Lapangan Ngijo, Tasikmadu, Minggu (13/9).

Persika Karanganyar saat beruji coba dengan Universitas Semarang (USM) di Lapangan Ngijo, Tasikmadu, Minggu (13/9). (DHAWISA FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Atmosfer Liga 3 memang tak semeriah Liga 1 maupun Liga 2. Namun, tetap saja klub Liga 3 punya suporter fanatik, yang siap mengawal klub kebanggaannya bertanding di mana saja. 

Sayangnya, dari sisi euforia penonton, Liga 3 musim ini dipastikan akan bernasib sama dengan Liga 1 maupun Liga 2. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah mengikuti jejak PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator di dua kasta teratas Liga Indonesia,  yakni tidak memperbolehkan pertandingan digelar dengan hadirnya suporter. 

Klub Liga 3 tak mempermasalahkan kebijakan tersebut, salah satunya Persika Karangnyar. Persika yang baru bangun dari tidur panjangnya setelah vakum delapan tahun dari kompetisi resmi ini harus siap berlaga tanpa boleh ditonton pendukungnya secara langsung. 

"Pertandingan tanpa penonton itu ibarat sayur tanpa garam, hambar. Tapi mau bagaimana lagi, situasinya memang harus seperti ini. Dan PSSI maupun FIFA pun memberlakukan regulasi seperti itu yang harus ditaati," terang Head Coach Persika Karanganyar Aris Budi Sulistyo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Mantan pelatih Persis Solo dan PSCS Cilacap tersebut mengakui, ada plus minusnya dari keputusan regulasi yang sudah ditetapkan. Minusnya jelas aura pertandingan akan berbeda. Karena bisingnya suara suporter dipastikan tak akan terdengar lantang di stadion.

"Tapi ada plusnya juga, pemain yang mentalnya di bawah tidak akan takut dengan tekanan suporter lawan," ujarnya.

Liga 3 zona Jateng akan dimulai Oktober mendatang. Untuk jadwal, sepertinya akan dimulai setelah Liga 1 dan Liga 2 digulirkan. 

Ketua Asprov PSSI Jateng Edi Sayudi menuturkan, untuk teknis pelaksanaan Liga 3 Jateng akan sama dengan Liga di atasnya. Yakni diselenggarakan tanpa penonton. Menyusul adanya aturan baru new normal dari PSSI Pusat. 

“Karena pandemi Covid-19 belum berakhir, maka tidak diizinkan ada suporter,” ujarnya.

Guna menjembatani permasalahan tersebut, pihaknya berencana menggandeng televisi swasta atau menyediakan link live streaming. Sehingga masyarakat atau suporter yang ingin menonton dapat menyaksikan. “Kami akan koordinasikan dengan semua tim anggota Liga 3 terkait aturan tersebut agar mereka menyiapkan diri,” lanjutnya.

Tidak hanya Liga 3, Asprov PSSI Jateng juga menerapkan aturan yang sama pada kompetisi lain di bawah naungan mereka. Seperti kompetisi kelompok umur U-17, U-15, dan U-13. “Intinya semua kegiatan akan dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang ketat,” tegas Edi. 

Sementara itu, terkait izin pelaksanaan, beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah memberikan lampu hijau. Hanya saja, pihaknya mengingatkan penyelenggara tidak boleh mengizinkan penonton pergi ke stadion agar tidak terjadi kerumunan massa dan menimbulkan klaster baru persebaran Covid-19.

”Kalau bisa, penyelenggara pasang kamera sebanyak-banyaknya agar masyarakat bisa menyaksikan di rumah masing-masing,” ujar Ganjar. 

Bahkan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng siap membantu mengawal penerapan protokol kesehatan saat penyelenggaraan berlangsung. Seperti melakukan tes swab bagi pengurus, pemain, dan lainnya agar lebih aman dalam mengikuti kompetisi. 

”Silahkan saja. Saya juga mengerti olahraga ini sudah banyak ditunggu masyarakat. Tapi ingat harus mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (akm/ida/bas/JPG/nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia