alexametrics
Kamis, 01 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Sempat Diamankan, 4 Provokator Aksi Konvoi Perguruan Silat Dibebaskan

16 September 2020, 20: 55: 19 WIB | editor : Perdana

Polisi membubarkan massa yang berkumpul di Plaza Manahan, Selasa (15/9) malam.

Polisi membubarkan massa yang berkumpul di Plaza Manahan, Selasa (15/9) malam. (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Empat orang yang diamankan polisi karena diduga menjadi provokator dalam aksi konvoi massa perguruan silat, Selasa (15/9) malam, akhirnya dibebaskan. Polisi menegaskan, ini merupakan peringatan terakhir atau tindakan tegas bakal dilakukan.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Purbo Adjar Waskito menyebutkan, empat orang yang sempat diamankan dan diminta klarifikasi, yakni HD, S, A, dan SA. Mereka ada yang mengaku sebagai ketua ranting, ketua rayon, pengurus serta anggota. Mereka dicurigai sebagai penggerak massa serta provokator.

"Mereka sudah kami pulangkan dini hari tadi sekitar pukul 03.00. Dari hasil klarifikasi, massa datang dari berbagai bentuk dukungan moril, mengingat ada anggota mereka yang diduga menjadi korban penganiayaan," ujar Purbo mewakili Kapolreata Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (16/9). 

Purbo menegaskan, apa yang dilakukan kepolisian pada Selasa malam masih bersifat menghalau. Apabila ke depan ada aksi-aksi serupa terulang kembali, polisi akan melakukan tindakan sesuai koridor hukum yang berlaku. 

"Ini negara hukum, tidak boleh ada yang bergerak seperti ini. Siapa penegak hukum di Indonesia sudah jelas. Boleh memberikan dukungan moril, tapi caranya tidak seperti itu. Ini malah konvoi membuat kerumanan, apalagi di tengah pandemi seperti ini," ujar dia. 

Sebagai informasi, pada Selasa sekitar pukul 21.30, ribuan orang yang mengaku sebagai anggota salah satu perguruan pencak silat melakukan aksi konvoi memasuki Kota Bengawan. Ribuan orang yang menggunakan kendaraan sepeda motor ini berkumpul di kawasan Plaza Manahan. Mereka mengaku mencari pelaku penganiayaan terhadap sejumlah rekan di perguruan.

Aparat kepolisian sebenarnya sudah berupaya untuk menghalau massa yang berkerumun untuk membubarkan diri. Namun, mereka tetap nekat dan tidak mau beranjak. Polisi terpaksa mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan dengan peluru hampa saat membubarkan massa yang berdatangan.

Mendengar tembakan tersebut, massa langsung kocar-kacir ke arah timur. Polisi terus mengawal hingga massa keluar pintu perbatasan Solo-Sukoharjo dan Solo-Karanganyar. 

Dijumpai di lokasi, Wakapolresta Surakarta AKBP Deny Heriyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan imbauan, namun mereka tidak menggubris. "Massa berasal dari berbagai wilayah, bukan hanya dari Solo. Terpaksa kami lakukan tembakan peringatan karena massa tak bubar setelah kita minta baik-baik," pungkas Wakapolresta. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya